Kompas.com - 23/10/2017, 18:04 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KATHMANDU, KOMPAS.com - Pesawat Airbus A330 milik maskapai Turkish Airlines, yang sempat mengalami kecelakaan di Bandara Tribhuvan dua tahun lalu, kembali membuka penjualan tiket.

Namun, kali ini tiket yang dijual bukan untuk penerbangan, melainkan sebagai Museum Penerbangan Kathmandu. Museum semacam ini merupakan yang pertama di negeri tiu.

Sebelumnya, Airbus A330 Turkish Airlines tergelincir di landasan pacu Bandara Tribhuvan, Kathmandu, Maret 2015.

Pesawat yang mengangkut 24 penumpang itu akhirnya berhenti setelah moncongnya terbenam pada semak belukar di pinggir landasan.

Baca juga : Mesin Airbus A380 Meledak di Udara, Tim Perancis Bertolak ke Kanada 

Meski tidak ada korban jiwa, insiden itu sempat membuat Bandara Tribhuvan ditutup selama empat hari.

Sementara, para teknisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui sebab pasti tergelincirnya pesawat.

Kini, dua tahun berlalu, insiden itu pun tak lagi dibicarakan orang, dan pesawat itu "dikandangkan", hingga seorang pilot bernama Bed Upreti melontarkan ide-nya.

Upreti menginvestasikan dana 600.000 dollar AS atau kira-kira Rp 8,11 miliar, untuk menyulap bangkai A330 tersebut menjadi museum penerbangan.

Tantangan pertamanya adalah memindahkan bangkai sepanjang 63 meter itu dari bandara menuju lokasi museum yang dia tetapkan.

Tugas awal itu menurut dia sangat berat. Setidaknya, jika berkaca dari pengalamannya memindahkan Fokker 100, yang juga dijadikan museum.

Fokker bekas itu, yang ukurannya hanya setengah dari Airbus, dia pindahkan menuju Dhangadi, sebelah Barat Nepal, yang menempuh jarak 500 kilometer.

"Memindahkan Fokker antar-distrik ternyata jauh lebih gampang dibanding memindahkan Airbus beberapa meter dari tempatnya."

Demikian candaan Upreti dalam wawancara dengan kantor berita Perancis, AFP.

Upreti dan timnya butuh waktu enam pekan guna memotong bangkai pesawat itu menjadi 10 bagian.

Pengerjaan itu pun harus dilakukan setelah bandara tutup. Setelah selesai, bagian pesawat itu diangkut dengan truk menuju lokasi yang jaraknya hanya 500 meter dari bandara.

Kemudian, Airbus tersebut dirakit kembali dalam waktu dua bulan, dan tidak murni seperti aslinya lagi.

Upreti sengaja membuang kursi di kabin pesawat untuk beberapa diorama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.