Kompas.com - 23/10/2017, 07:52 WIB
Mantan Presiden AS Jimmy Carter (90) tengah menandatangani buku terbarunya A Full Life: Reflections at Ninety. KENA BETANCUR / AFP Mantan Presiden AS Jimmy Carter (90) tengah menandatangani buku terbarunya A Full Life: Reflections at Ninety.
|
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, menawarkan diri untuk pergi ke Korea Utara, mewakili Gedung Putih guna meredakan ketegangan yang meningkat di antara kedua negara.

Pernyataannya itu dia sampaikan kepada majalah Times dalam sebuah wawancara, di rumahnya, seperti yang ditulis laman AFP.

"Ya, aku akan pergi," katanya, Minggu (22/10/2017) waktu setempat.

Jawaban tersebut keluar dari mulut Presiden AS ke-39 itu ketika ditanya mengenai kesediaannya untuk melakukan kunjungan oleh pemerintahan Donald Trump.

Presiden berusia 93 tahun asal Partai Demokrat itu mengaku telah memberitahu ke Penasihat Keamanan Nasional, HR McMaster, tentang kesediaannya apabila diperlukan oleh negara.

Baca juga : Kesal dengan Donald Trump, Korut Kirim Surat untuk Australia

Dalam wawancara itu, Carter juga mengaku dirinya khawatir dengan situasi panas antara kedua pimpinan negara.

"Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan," katanya merujuk ke Korut.

"Karena mereka ingin menyelamatkan rezimnya," lanjutnya.

Carter juga menyebut Kim Jong-un sebagai sosok yang tidak bisa diprediksi.

"Aku rasa dia mengembangkan senjata nuklir yang bisa menghancurkan semenanjung Korea dan Jepang, dan wilayah teritorial kita yang terpencil di Pasifik, bahkan mungkin juga wilayah pusat kita," katanya.

Beberapa bulan terakhir Korut telah melakukan peluncuran misil dan uji coba nuklir, yang diklaim sebagai yang terkuat.

Pada 1994, Carter pernah mengunjungi Pyongyang utnuk melakukan perundingan dengan pendiri Korea Utara, Kim II Sung.Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan perang dengan pimpinan Korut, Kim Jong-un.

Pernyataan keras Korea Utara itu dibalas Presiden Trump dengan janji akan menghancurkan negeri itu jika negara itu terus mengancam AS.

Baca juga : Setelah Guam, Korea Utara Ancam Hancurkan Australia

 

 

 


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.