Kompas.com - 22/10/2017, 12:51 WIB
EditorBayu Galih

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, dirinya bakal mengizinkan pembukaan rangkaian dokumen rahasia mengenai pembunuhan mantan Presiden John F Kennedy alias JFK.

"Sebagai presiden, saya akan mengizinkan dokumen-dokumen JFK yang sejak lama diblokir dan dirahasiakan untuk dibuka," ujar Trump melalui twit @realDonaldTrump.

Pada 1992, Kongres AS memutuskan bahwa semua arsip pembunuhan JFK dibuka dalam 25 tahun, kecuali presiden memutuskan untuk memblokirnya dengan alasan pengungkapan dokumen-dokumen itu akan mencederai keamanan nasional.

Arsip pembunuhan JFK berisi lebih dari 3.000 dokumen yang belum pernah dirilis ke publik. Sebelumnya, Arsip Nasional AS sudah mengungkap lebih dari 30.000 dokumen namun dengan sensor-sensor.

Belum jelas apakah Trump berniat membiarkan berbagai berkas rahasia itu dirilis pada 26 Oktober mendatang tanpa sensor.

John F Kennedy tewas ditembak oleh penembak jitu pada November 1963 di Dallas, Texas.

Sebagaimana dilaporkan harian Washington Post, sejumlah pakar mengenai kasus itu menduga dokumen-dokumen yang belum pernah dirilis tidak berisi sesuatu yang sangat mengejutkan.

(Baca juga: Mobil yang Digunakan JFK Saat Ditembak Akan Dilelang)

Alih-alih, arsip tersebut boleh jadi akan menyoroti aktivitas Lee Harvey Oswald di Mexico City pada akhir 1963 sebelum pembunuhan.

Oswald ditahan di Dallas sesaat setelah insiden penembakan dan dituduh membunuh JFK. Dia membantah tuduhan itu seraya mengklaim bahwa dirinya hanyalah "kambing hitam".

Setelah dua hari di dalam sel tahanan polisi, Oswald ditembak mati pemilik klub malam Jack Ruby. Kasus pembunuhan JFK hingga hari ini menjadi teori konspirasi terkuat sepanjang sejarah AS.

"Publik Amerika berhak mengetahui fakta-faktanya, atau setidaknya mereka berhak tahu apa yang selama bertahun-tahun ini disembunyikan pemerintah," kata Larry Sabato, Direktur Pusat Kajian Politik University of Virginia sekaligus penulis buku tentang JFK, kepada Associated Press.

"Waktunya sudah lama untuk blak-blakan dengan informasi ini," ujar dia.

Kompas TV Trump menyaksikan latihan anjing penjaga dan simulasi pengamanan proteksi agen dinas rahasia
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.