Kompas.com - 21/10/2017, 23:52 WIB
EditorAmir Sodikin

MADRID, KOMPAS.com - Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan bahwa para pemimpin Catalonia akan dipecat, namun parlemen semi otonom tak akan dibubarkan.

Rajoy mengungkapkan langkah-langkah pembubaran pemerintah kawasan otonomi Catalunya itu setelah melangsungkan pertemuan darurat kabinet, yang juga memutuskan akan segera diselenggarkaannya pemilihan umum di kawasan itu.

Langkah-langkah yang disusun kabinet ini seterusnya akan diajukan ke Senat Spanyol, yang akan mengambil keputusan melalui pemungutan suara.

Ini merupakan salah satu puncak krisis, setelah hampir tiga pekan lalu Catalonia mengadakan referendum kemerdekaan, yang dianggap ilegal oleh Madrid.

Presiden regional Catalonia Carles Puigdemont (kanan) menghadiri demo yang digelar di Barcelona pada 21 Oktober 2017.AFP PHOTO/PAU BARRENA Presiden regional Catalonia Carles Puigdemont (kanan) menghadiri demo yang digelar di Barcelona pada 21 Oktober 2017.
Pemimpin Catalonia Carles Puigdemont sejauh ini mengabaikan tuntutan pemerintah nasional untuk membatalkan upaya melepaskan diri dari Spanyol.

Baca juga : Kelompok Pro-Kemerdekaan Catalonia, Serukan Penarikan Uang dari Bank

Rajoy mengatakan bahwa pemerintah tidak memiliki pilihan selain mengambil alih pemerintahan, menempatkan Catalonia dalam administrasi langsung Spanyol, dengan alasan bahwa tindakan pemerintah Catalonia "bertentangan dengan hukum dan mencari konfrontasi."

Sebelum keputusan ini, negara-negara Eropa menyatakan lepas tangan atas krisis Catalonia.

AFP Tokoh Kunci Pro dan Kontra Kemerdekaan Catalonia
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk secara eksplisit mengesampingkan segala bentuk keterlibatan Uni Eropa terkait Catalonia, terlepas dari situasi yang 'memprihatinkan.

"Tidak ada ruang, tidak ada tempat untuk mediasi, tidak juga untuk prakarsa atau tindakan masyarakat internasional," katanya.

Baca juga : Pemerintah Spanyol Segera Berlakukan Artikel 155 terhadap Catalonia

Dalam referendum pada 1 Oktober yang dilarang oleh pemerintah Spanyol itu, rakyat Catalonia memilih untuk memisahkan diri.

Pemimpin Eropa lainnya, seperti Angela Merkel dari Jerman dan Emmanuel Macron dari Prancis, juga memberikan dukungan mereka kepada Madrid.

Baca juga : Spanyol Ambil Alih Pemerintahan Catalonia, Apa yang Sedang dan Akan Terjadi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.