Kompas.com - 21/10/2017, 13:36 WIB
Seorang warga Afghanistan sedang memeriksa masjid Imam Zaman yang dijadikan sasaran serangan bom bunuh diri di Kabul, Jumat (21/10/2017). AFP PHOTO/WAKIL KOHSARSeorang warga Afghanistan sedang memeriksa masjid Imam Zaman yang dijadikan sasaran serangan bom bunuh diri di Kabul, Jumat (21/10/2017).
EditorAmir Sodikin

Serangan terhadap masjid Sunni di Ghor, Afghanistan tengah, juga menewaskan seorang komandan milisi pro-pemerintah, seperti dilaporkan sejumlah pemberitaan.

Rincian serangan belum jelas dan jumlah korban kemungkinan akan meningkat. Puluhan jemaah juga terluka, kata kementerian kesehatan Afghanistan.

Serangan terjadi beberapa hari setelah polisi di Kabul mengatakan bahwa mereka berhasil mencegah sebuah serangan besar, ketika menangkap seorang calon pembom bunuh diri yang merencanakan serangan dengan truk.

Pada bulan Agustus, lebih dari 20 orang tewas dalam serangan bom terhadap para jemaah masjid di Kabul. ISIS mengklaim sebagai pelaku serangan tersebut.

Sebuah bom truk di ibukota Afghanistan pada Mei menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai sekitar 400 lainnya, sebagian besar warga sipil.

Tidak ada kelompok yang mengaku sebagai pelaku, namun pemerintah Afghanistan yang didukung AS menuduh pelakunya adalah kelompok Haqqani, yang berafiliasi kepada Taliban, kelompok militan terbesar di negara itu.

Afghanistan menderita serangkaian serangan bunuh diri dan pemboman dalam beberapa bulan terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada pekan ini saja, terjadi empat serangan besar terhadap pasukan keamanan Afghanistan:
Pada hari Kamis, 43 orang tentara Afghanistan tewas akibat serangan dua pembom bunuh diri Taliban yang menggunakan kendaraan lapis baja Humvee.

Serangan itu menghancurkan sebuah pangkalan militer di provinsi Kandahar. Dalam serangan lain, dua petugas polisi tewas di provinsi Ghazni.

Pada hari Selasa, pembom bunuh diri Taliban dan sejumlah orang bersenjata membunuh setidaknya 41 orang saat mereka menyerbu sebuah pusat pelatihan polisi di kota Gardez.
Juga pada hari Selasa, setidaknya 30 orang tewas dalam seragan bom mobil di Ghazni

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.