Kompas.com - 19/10/2017, 16:29 WIB
Dalam lukisan karya Adam Albrecht (1841) ini memperlihatkan Napoleon Bonaparte dan pasukannya menyaksikan kota Moskwa yang dibakar. WikipediaDalam lukisan karya Adam Albrecht (1841) ini memperlihatkan Napoleon Bonaparte dan pasukannya menyaksikan kota Moskwa yang dibakar.
|
EditorErvan Hardoko

Pada 7 September 1812, pasukan Perancis bertemu dengan pasukan Rusia yang berada di lereng bukit tak jauh dari kota kecil bernama Borodino, beberapa kilometer dari Moskwa.

Pertempuran kemudian pecah. Sebanyak 250.000 prajurit dari kedua belah pihak dengan korban tewas dan luka mencapai 70.000 orang.

Secara taktik, Napoleon memenangkan pertempuran itu meski dia harus kehilangan 49 jenderal, perwira, dan ribuan prajurit.

Pasukan Rusia ternyata berhasil meloloskan diri keesokan harinya dan meninggalkan pasukan Perancis tanpa kemenangan mutlak yang amat diharapkan Napoleon.

Baca: Kesalahan Cetak di Peta, Biang Kekalahan Napoleon di Waterloo

Sepekan setelah pertempuran Borodino, Napoleon memasuki kota Moskwa. Namun, Napoleon terkejut karena tak satu pun pejabat tinggi Rusia yang menemuinya.

Rusia sudah mengosongkan kota itu. Gubernur Moskwa Count Fyodor Rostopchin bahkan memerintahkan sejumlah lokasi strategis dibakar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Napoleon memutuskan tinggal di Moskwa untuk menanti jika ada utusan Tsar Alexander I yang datang untuk merundingkan perdamaian.

Namun, sebulan menanti utusan sang Tsar tak kunjung muncul. Akhirnya, Napoleon memutuskan untuk memindahkan ke barat daya Sungai Kaluga.

Tanpa diketahui Napoleon, Pangeran Mikhail Kutuzov, panglima militer Rusia, berkemah bersama pasukannya di lokasi tersebut.

Pergerakan pasukan Perancis menuju Sungai Kaluga diketahui Rusia. Napoleon kembali mencoba memancing Rusia untuk terjun ke sebuah pertempuan besar di Maloyaroslavets.

Meski posisi pasukannya amat menguntungkan, Kutuzov memerintahkan tentaranya mundur demi memastikan Rusia tak terjebak dalam sebuah pertempuran yang mematikan.

Dengan pasukan yang kelelahan, tanpa perbekalan yang cukup, serta tak diperlengkapi pakaian musim dingin, Napoleon terpaksa memerintahkan pasukannya mundur.

Dia berharap bisa mencapai pasokan perbekalannya di Smolenks dan Vilnius. Selama pergerakan mundur itu, pasukan Rusia secara sporadis melakukan serangan sehingga menambah penderitaan tentara Perancis.

Akibatnya, selain semakin banyak jatuh korban di antara pasukan Perancis, disiplin mereka pun runtuh sehingga sulit dikendalikan para jenderal.

Saat menyeberangi Sungai Berezina pada November 1812, dari 600.000 tentara yang memasuki Rusia, hanya tersisa sekitar 27.000 orang saja.

Kampanye militer Napoleon di Rusia secara resmi berakhir pada 14 Desember 1812, kurang dari enam bulan setelah digelar.

Kampanye militer yang gagal di Rusia ini menjadi titik balik bagi Sang Kaisar Perancis.

Reputasi Napoleon sebagai ahli strategi militer runtuh dan hegemoni Perancis di Eropa serta merta melemah.

Baca: Surat Wasiat Napoleon Bonaparte Dilelang

Pasukan Perancis atau Grande Armee yang terdiri dari tentara Perancis dan pasukan dari negara-negara sekutunya dengan cepat menyusut.

Kondisi ini berujung perubahan besar dalam dunia politik Eropa saat itu. Prussia yang kemudian diikuti Austria, keluar dari aliansi dan malah menjadi musuh Perancis.

Pecahnya aliansi Perancis, Prussia, dan Austria ini kemudian memicu apa yang disebut sebagai Perang Enam Negara Koalisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.