Kompas.com - 19/10/2017, 09:02 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

"Mereka saling mengenal dan memiliki sejarah masa lalu bersama," kata dia dalam konferensi pers.

Tersangka melarikan diri setelah melakukan serangan pertama dengan sebuah mobil yang terdaftar di Delaware.

Tragis

Insiden penembakan massal tersebut merupakan yang terakhir terjadi, namun pembunuhan tragis semacam itu kerap terjadi.

Sebelumnya, pada 1 Oktober 2017, seorang pria bersenjata menghujani penonton konser di Las Vegas, dari sebuah kamar hotel kasino.

 

Baca: Terkait Pembantaian Las Vegas, Benarkah Paddock Sendirian?

Pria itu menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 500 orang. Itu menjadi aksi penembakan paling mematikan dalam sejarah AS.

Sepanjang tahun ini, telah terjadi 286 penembakan massal di AS, atau artinya, hampir satu penembakan per hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.