Kompas.com - 19/10/2017, 06:46 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Sebuah foto mengenai pembantaian badak memenangi penghargaan bergengsi Wildlife Photographer of This Year (WPY).

Foto karya Brent Stirton asal Australia itu memperlihatkan seekor bangkai badak hitam yang culanya telah diambil.

Diduga sejumlah pemburu membunuhnya di suaka margasatwa Hluhluwe Imfolozi dengan senjata api yang dilengkapi peredam suara.

Stirton mengabadikan foto tersebut sebagai bagian dari investigasi perdagangan organ badak secara ilegal.

Baca: Harga Rp 800 Juta per Kg, Lelang Online Cula Badak Tak Terbendung

 

Demi kepentingan penyelidikan pula, dia sudah berkunjung ke 30 tempat kejadian perkara sehingga membuatnya depresi.

"Dalam titik tertentu, saya kehilangan kepercayaan pada kemanusiaan," ujarnya.

Saat menerima penghargaan WPY di London, pria berusia 48 tahun itu mengaku meyakini bahwa aksi pembantaian badak yang dia abadikan amat mungkin dilakukan untuk memenuhi pesanan.

Umumnya, setelah kedua cula badak diambil, organ itu dijual ke makelar.

Si makelar kemudian menyelundupkannya keluar Afrika menuju China atau Vietnam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.