Jadi Lokasi Tes Nuklir, Gunung di Korut Ini Alami Fenomena Negatif

Kompas.com - 18/10/2017, 21:07 WIB
Korut unjuk kekuatan melawan kemungkinan adanya agresi negara lain, terutama yang disangka Amerika Serikat. EPA/BBCKorut unjuk kekuatan melawan kemungkinan adanya agresi negara lain, terutama yang disangka Amerika Serikat.
|
EditorErvan Hardoko

PYONGYANG, KOMPAS.com - Tindakan Korea Utara (Korut) yang terus mengembangkan program nuklirnya tidak hanya membuat gerah dunia Barat.

Namun, di dalam negerinya sendiri, muncul kekhawatiran program ini bakal mengganggu kondisi alam Korut.

Kekhawatiran itu muncul setelah sebuah studi menunjukkan terjadi kondisi geologis negatif di lokasi yang selama ini dijadikan lokasi uji coba nuklir.

Selama ini, lima dari enam tes peluncuran nuklir dilakukan di situs Punggye-ri, Gunung Mantap, wilayah barat daya Korut.

Situs 38North, seperti dikutip Sky News yang selalu memberikan perkembangan terkait Korut, memaparkan terjadi fenomena pada pada kawasan Punggye-ri.

Terutama sejak Korut melakukan tes terakhir pada 3 September, yang diklaim sebagai uji coba nuklir terbesar.

Baca: Trump Kecam Uji Coba Nuklir Korut serta Kritik Korsel dan China

Situs berita 38North memaparkan, terjadi tiga gempa berskala kecil pasca-tes tersebut.

Gempa pertama terjadi sesaat setelah tes. Kemudian dua gempa tersisa dengan skala lebih kecil terasa akhir September dan akhir pekan lalu.

Kemudian, dampak dari serangkaian uji coba itu, wilayah di sekitar ledakan memanjang hingga 1,4 kilometer.

Kondisi ini dinamakan "Sindrom Gunung Lelah", dengan batu-batu di sekitar situs Gunung Mantap menjadi rapuh dan gampang hancur.

Namun, 38North menambahkan, studi itu tidak menggoyahkan pemerintahan Kim Jong Un untuk terus memakai situs Punggye-ri sebagai lokasi tes peledakan nuklir.

Kim Jong Un sendiri awal bulan ini mengatakan, program nuklir Korut merupakan "pedang berharga" untuk menangkal semua agresi yang mengarah ke mereka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X