Kompas.com - 18/10/2017, 21:01 WIB
|
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com - Usia rata-rata para pemrotes pemerintah di Rusia saat ini semakin muda.

Melihat fenomena ini, pemerintah Rusia mempertimbangkan untuk memberikan sanksi kepada para orangtua yang anaknya menjadi bagian dari demonstrasi anti-Putin.

Kepala Penanganan Teror Dalam Negeri Rusia, Timur Valiulin mengatakan, munculnya pemikiran tersebut lantaran melihat usia para pelaku demonstrasi menentang rezim Vladimir Putin kini semakin muda.

Baca juga: Ratusan Warga "Anti-Putin" Gelar Aksi di Pusat Kota Moskwa

Valiulin menyampaikan keprihatian pemerintah saat melihat usia pelaku demonstrasi menentang pemerintahan Putin yang masih terlalu muda sehingga tidak bisa dijatuhi sanksi.

Atas dasar itulah pemerintah mempertimbangkan sanksi diberikan kepada orangtua dan juga guru mereka.

Pemikiran tersebut menyusul aksi demonstrasi massal yang terjadi hampir di seluruh negeri yang digerakkan Yayasan Anti-Korupsi (FBK) pimpinan tokoh oposisi Alexei Navalny.

"Kami prihatin dengan anak-anak muda yang ikut berpartisipasi dalam aksi tak terkoordinasi di jalanan. Persentase demonstran muda ini terus meningkat. Ini sangat memprihatinkan," ujar Valiulin seperti diberitakan The Independent.

Baca juga: ISIS Mengancam Akan Serang Piala Dunia 2018 di Rusia

"Kita harusnya berpikir bisa mengenalkan amandemen atau perubahan, baik pada penyelenggara demonstrasi maupun orang tua atau guru dari anak-anak yang berpartisipasi agar bisa mempertanggungjawabkannya."

Sementara itu, Ketua Dewan Federasi Komite Kebijakan Sosial Valery Ryazansky mengatakan, parlemen sudah berupaya mengatasi permasalahan munculnya para demonstran muda ini sejak lama.

"Sama seperti orangtua yang dihukum jika anak mereka yang belum cukup umur tertangkap mengendarai mobil, mereka juga harus dimintai pertanggungjawaban jika anak mereka terlibat dalam tindakan ilegal," ujar Ryanzansky.

Sebelumnya, aksi protes yang dilakukan kelompok anti-Putin terjadi di jalanan kota Moskwa tepat hari ulang tahun presiden Rusia itu.

Sebanyak 700 orang diduga terlibat aksi dan sedikitnya 80 orang dilaporkan ditangkap dan ditahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.