Korut: Perang Nuklir Bisa Meletus Kapan Saja

Kompas.com - 17/10/2017, 16:57 WIB
Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Kim In-ryong berbicara kepada media di New York, AS, pada April 2017. Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Kim In-ryong berbicara kepada media di New York, AS, pada April 2017.
|
EditorPascal S Bin Saju

NEW YORK, Kompas.com - Rezim komunis Korea Utara (Korut) bersikukuh mempertahankan program senjata nuklir mereka dan menolak setiap usaha untuk menghentikannya.

Di hadapan Komite Perlucutan Senjata di Majelis Umum Perserikatan Bangsa (PBB), Wakil Duta Besar Korut untuk PBB, Kim In Ryong mengatakan ada alasan kuat mengapa negaranya harus memiliki persenjataan nuklir.

Kim In Ryong mengatakan, situasi krisis di wilayah Semenanjung Korea saat ini telah mencapai titik di mana bisa berubah menjadi perang senjata nuklir kapanpun, sebagaimana dilaporkan The Guardian pada Selasa (17/10/2017) mengutip kantor berita Associated Press.

Korut saat ini telah menjadi satu-satunya negara di dunia yang mendapat ancaman langsung serangan nuklir dari negara adidaya, AS, sejak terakhir dilakukan AS pada 1970.

Hal tersebut menjadi alasan bagi Korut untuk tetap mempertahanan program senjata nuklir sebagai bentuk pertahanan diri.

Baca: Sejarah Pengembangan dan Uji Coba Senjata Nuklir Korea Utara

Wakil Dubes Korut untu PBB itu menambahkan, kegiatan latihan militer besar-besaran yang dilakukan AS dengan memamerkan "aset nuklir" mereka merupakan salah satu contohnya.

Hal yang lebih berbahaya, yakni apa yang dia sebut sebagai "rencana rahasia AS untuk menyingkirkan sang pemimpin tertinggi".

Meski, Kim In Ryong mengatakan, tahun ini Korut akan merampungkan persenjataan nuklir mereka dengan berbagai jenis roket dalam berbagai jenis dan jarak tembak.

"Roket kami bisa menjangkau seluruh wilayah AS. Dan jika AS berani menginjakkan kaki di tanah suci kami, meski hanya sejengkal, kami pastikan mereka tak bisa menghindari hukuman berat dari kami di manapun mereka berada," ujarnya dalam pidato di hadapan Komite Perlucutan Senjata PBB, seperti ditulis The Guardian, Selasa (17/10/2017).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X