Kompas.com - 17/10/2017, 14:58 WIB
Pemimpin kelompok Haqqani, Jalaluddin Haqqani (tengah) di markasnya di Pakistan. Zubair MIR / AFP Pemimpin kelompok Haqqani, Jalaluddin Haqqani (tengah) di markasnya di Pakistan.
|
EditorErvan Hardoko

KABUL, KOMPAS.com - Pengebom bunuh diri dan sekelompok orang bersenjata menyerang pusat pelatihan polisi di wilayah tenggara Afganistan, Selasa (17/10/2017).

Kelompok Taliban, lewat akun Twitter-nya, langsung menyatakan bertanggung jawab atas serangan di kota Gardez, ibu kota provinsi Paktia yang berbatasan dengan Pakistan.

"Awalnya seorang pengebom bunuh diri meledakkan mobil penuh bom di dekat pusat pelatihan untuk membuka jalan bagi para penyerang," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Afganistan.

Baku tembak kemudian terjadi antara kelompok penyerang yang bersenjatakan senapan mesin dan rompi bom bunuh diri dengan pasukan keamanan.

Baca: Empat Negara Ini Lanjutkan Usaha Hentikan Perang di Afganistan

Sejauh ini belum diperoleh informasi terkait korban yang jatuh akibat serangan tersebut.

Seorang pejabat setempat mengatakan, dua bom mobil meledak di dekat komplek yang ditempati markas kepolisian nasional, polisi perbatasan, dan AD Afganistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sekelompok orang bersenjata memasuki komplek dan baku tembak masih berlangsung," kata Allah Mir Bahram, anggota dewan provinsi Paktia.

Provinsi Paktia memang berbatasan dengan wilayah kesukuan Pakistan yang menjadi tempat keberadaan jaringan kelompok Haqqani yang berafiliasi dengan Taliban.

Kelompok Haqqani sudah berulang kali dituding menjadi dalang sejumlah serangan maut di berbagai wilayah Afganistan sejak invasi AS pada 2001.

Kelompok Haqqani juga diketahui kerap menggunakan para pengebom bunuh diri dalam berbagai serangan yang dilakukannya.

Salah satu aksi yang diduga didalangi kelompok Haqqani adalah bom truk di pusat kota Kabul pada Mei lalu yang menewaskan 150 orang.

Kelompok ini juga dituding beberapa kali melakukan pembunuhan para pejabat tinggi Afganistan dan menyandera warga Barat untuk mendapatkan tebusan.

Baca: Penembak Tak Dikenal Tewaskan Pemimpin Senior Jaringan Haqqani

 



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.