Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/10/2017, 21:52 WIB
|
EditorErvan Hardoko

BEIRUT, KOMPAS.com - Pesawat jet Israel berhasil menghancurkan peluncur misil anti-serangan udara milik pemerintah Suriah.

Militer Israel menyebutkan, langkah tersebut diambil setelah Suriah menembahkan misil yang ditujukan ke pesawat Israel saat berpatroli di wilayah udara Lebanon dalam sebuah misi pengintaian.

Insiden yang terjadi Senin (16/10/2017) pagi waktu setempat, disebut sebagai kali pertama pesawat terbang Israel menjadi target pasukan Suriah saat melewati wilayah udara Lebanon sejak perang pecah di negeri itu.

Baca juga: Ikuti Jejak AS, Israel Juga Keluar dari UNESCO

Juru bicara militer Israel mengatakan, pesawat mereka terbang di wilayah Lebanon meskipun sedikit berdekatan dengan perbatasan Suriah. Saat itulah, sebuah misil berjenis SA5 ditembak ke arah pesawat mereka.

Misil tersebut gagal mencapai sasaran. Sebaliknya, pesawat tempur Israel lainnya berhasil melumpuhkan perangkat anti-serangan udara yang terletak sekitar 48 kilometer dari ibu kota Suriah, Damaskus tersebut.

Sejauh ini belum diperoleh informasi terkait korban jiwa dari insiden serangan tersebut.

Peluncur roket tersebut diduga terkait insiden sebelumnya yang juga menargetkan pesawat tempur Israel.

PM Israel Benyamin Netanyahu menyebutkan ingin mengangkat isu yang mereka sebut sebagai semakin meningkatnya kehadiran Iran di Suriah, seperti dalam pengiriman senjata oleh Teheran kepada kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah yang juga sekutu utama rezim Presiden Bashar al-Assad.

Baca juga: Interpol Masukkan Palestina sebagai Anggota meski Ditentang Israel

"Rezim Suriah bertanggung jawab atas serangan apapun yang dilancarkan dari wilayah mereka. Dan kami melihat insiden ini sebagai bentuk provokasi yang tak bisa diterima."

"Jika serangan anti-pesawat udara ditujukan pada segala aktivitas militer, maka kami akan merespon seperti yang kami lakukan saat ini," ujar juru bicara Israel dilansir The Guardian.

Pengakuan Israel terkait serangan terhadap peluncur misil ini tak biasa. Pasalnya, Israel jarang berkomentar terkait operasi yang dilancarkan di Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.