Enggan Buka "Jalan Belakang", Rusia Denda Telegram Rp 188 Juta

Kompas.com - 16/10/2017, 21:06 WIB
Ilustrasi aplikasi Telegram IstIlustrasi aplikasi Telegram
|
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com - Para pengguna Telegram Messenger di Rusia harus bersiap untuk diawasi gerak-geriknya selama menggunakan aplikasi tersebut.

Itu setelah Senin (16/10/2017) siang waktu setempat, Pengadilan Rendah Moskwa menjatuhkan denda kepada aplikasi bikinan Pavel Durov tersebut.

Kantor berita RNS melaporkan, Telegram didenda 800 ribu rubel Rusia, atau sekitar Rp 188,5 juta.

Denda itu diberikan karena Telegram dianggap gagal menyediakan data enkripsi milik aplikasi dengan pengguna mencapai 100 juta orang di seluruh dunia itu kepada Dinas Keamanan Rusia (FSB).

Sebelumnya, seperti dilaporkan kantor berita Rusia, TASS, FSB sempat mengirimkan surat berisi permintaan enkripsi kode kepada Telegram terhadap enam nomor telepon pada 12 Juli lalu.

Hanya, Durov menolaknya.

Baca: Di Hutan Tak Ada Makanan, Puluhan Beruang Masuk ke Pedesaan di Rusia

Melalui laman VK miliknya, pria berusia 33 tahun tersebut mengatakan, FSB melanggar Konstitusi Rusia tentang kebebasan dan privasi masyarakat dalam berkorespondensi.

FSB jelas memiliki dasar argumentasi melalui Undang-Undang kontroversial yang diteken Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Juli 2016.

Undang-Undang tersebut mengatur, FSB berhak mendapatkan data enkripsi guna mengakses akun pengguna via jalur belakang.

Halaman:


Sumber ITAR TASS,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X