Terkait Isu Pelecehan Seksual, Donald Trump Dipanggil Pengadilan

Kompas.com - 16/10/2017, 19:18 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melambaikan tangan di Bandara Internasional John F Kennedy di New York, Selasa (26/9/2017) AFPPresiden Amerika Serikat Donald Trump melambaikan tangan di Bandara Internasional John F Kennedy di New York, Selasa (26/9/2017)
|
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON, KOMPAS.com - Isu pelecehan seksual terus menyerang Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Pada Minggu (15/10/2017), mantan kontestan The Apprentice, Summer Zervos, meminta kepada pengadilan untuk memanggil Trump agar menyerahkan dokumen selama masa kampanye presidennya tahun lalu.

Pengacara Zervos, yang diwakili oleh Gloria Allred, seperti dilansir dari BuzzFeed, memasukkan berkas pemanggilan ini pada 19 September.

Kantor berita Perancis, AFP, melaporkan, tim kuasa hukum Zervos menduga bahwa dalam dokumen tersebut Trump telah bertindak tidak senonoh kepada beberapa perempuan selama masa kampanye.

Baca: Janda Donald Trump Mengaku Jadi Ibu Negara, Melania Meradang

Nantinya, tim kuasa hukum Trump diwajibkan untuk meresponnya sebelum akhir Oktober. Jika tidak, bisa jadi presiden berusia 71 tahun tersebut bakal mendapat penjemputan paksa.

Tim pengacara Trump, seperti dikutip dari Independent, berusaha untuk mengajukan mosi agar menggagalkan pemanggilan itu.

Allred pun berharap pengadilan menolaknya. "Jadi, kami bisa melanjutkan tindakan dengan mencari dokumen maupun kesaksian yang relevan," tuturnya.

Sebelumnya, November 2016, sepekan sebelum pemilu, Zervos menggegerkan publik dengan bersaksi bahwa dia menjadi korban pelecehan seksual Trump.

Pelecehan itu terjadi ketika mereka bertemu di Hotel Beverly Hills, Los Angeles, guna membahas peluang berkarir bersama.

Tidak hanya Zervos, beberapa perempuan lainnya juga mengaku menjadi korban mesum Trump.

Apalagi, pada Oktober 2016, beredar sebuah rekaman pada 2005 bahwa Trump membual telah meraba beberapa perempuan.

Baca: Pria Menantu Donald Trump Sempat Tercatat Sebagai Perempuan

Oleh Presiden AS ke-45 itu,  pengakuan tersebut dibantah sebagai fitnah yang dibuat-buat dan hanya merupakan "lelucon kamar mandi".



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X