Kompas.com - 16/10/2017, 12:37 WIB
|
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com - Lima tahun setelah serangan dan perkosaan fatal terhadap seorang mahasiswi, ibu kota India New Delhi masih dianggap sebagai kota besar dunia yang paling berbahaya bagi perempuan.

Pada Senin (16/10/2017), Yayasan Thomson Reuters merilis hasil jajak pendapatnya yang menempatkan New Delhi dan Sao Paulo, Brasil sebagai kota besar dunia yang "tak ramah perempuan".

Serangan dan perkosaan yang menewaskan mahasiswi berusia 23 tahun pada Desember 2012 itu memang memunculkan perjuangan untuk meningkatkan hak-hak perempuan India.

Tuntutan massa berhasil memaksa pemerintah menciptakan undang-undang antiperkosaan yang lebih keras, mempercepat proses pengadilan untuk kasus perkosaan, dan menggalang dana bagi para korban perkosaan.

Baca: Studi: Kasus Perkosaan di India Meningkat Dua Kali Lipat

Warga India juga berhasil memulai sebuah diskusi terkait kasus-kasus kekerasan seksual yang selama ini dianggap tabu di negeri yang pada dasarnya konservatif itu.

Meski demikian, New Delhi sebuah metropolitan berpenduduk 26 juta orang itu hingga kini masih disebut sebagai "ibu kota" kasus perkosaan di India.

Di antara 19 kota metropolitan yang diteliti, New Delhi bersama Sao Paulo menjadi dua kota dengan urutan terbawah untuk urusan keselamatan bagi perempuan.

"Saya tak terkejut dengan hasil ini karena hanya didasarkan dengan persepsi. Media banyak menyorot kasus perkosaan di India dan Brasil dalam beberapa tahun terakhir," kata Rebecca Reichmann Tavares, kepala badan perempuan PBB yang pernah bekerja di India dan Brasil.

"Kekerasan seksual di kedua kota ini, tentu saja memang hal yang nyata, tetapi sejauh ini tak ada data pasti yang menunjukkan kasus perkosaan di Delhi dan Sao Paulo lebih tinggi dibanding negara lain," tambah Tavares.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.