Kompas.com - 15/10/2017, 14:06 WIB
EditorPascal S Bin Saju

RAQQA, KOMPAS.com - Rombongan terakhir militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mulai meninggalkan Raqqa, Sabtu (14/10/2017) malam, setelah ibu kota “kekhalifahan” mereka dikuasai milisi dukungan Amerika Serikat (AS).

Namun demikian, militan ISIS menyandera 400 warga sipil dan dibawa pergi untuk dijadikan perisai hidup yang bisa melindungi mereka dari kemungkinan serangan terhadap militan.

Kota Raqqa di Suriah utara jatuh ke tangan ISIS tiga tahun lalu, tak lama setelah pemimpin kelompok itu, Abu Bakr al-Baghdadi, mengumumkan kekhalifahannya di Mosul, Irak.

Dalam sebuah penarikan pasukan ISIS, yang disepakati dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), milisi Suriah dukungan AS yang mengepung mereka, militan ISIS harus sudah mulai meninggalkan Raqqa pada Sabtu malam.

Para pejabat memberikan laporan yang bertentangan mengenai apakah pejuang asing juga akan meninggalkan kota itu, setelah SDF berjuang mengusir ISIS dari Raqqa sejak Juni 2017.

Baca: Begini Sulitnya Merebut "Jantung Kekhalifahan" ISIS di Raqqa

Juru bicara SDF, Talal Silo, mengatakan, setiap militan yang tidak menandatangani kesepakatan yang memungkinkan mereka meninggalkan Raqqa harus siap "untuk menyerah atau mati".

Omar Alloush, anggota Dewan Sipil Raqqa, mengatakan, evakuasi akan mencakup para militan asing. Dia mengatakan, evakuasi berlangsung pada Sabtu malam hingga Minggu (15/10/2017).

Para jihadis menggiring serta sekitar 400 warga sipil sebagai perisai manusia, kata Alloush.

Pertahanan terakhir ISIS di Raqqa tinggal kenangan dan akan menjadi tonggak sejarah dalam upaya mengembalikan kembali "kekhalifahan" teokratis versi ISIS yang diumumkan pada tahun 2014 di masjid Al Nuri, Mosul itu.

Baca: Tembus Pertahanan ISIS, Pemberontak Suriah Masuk ke Kota Raqqa

ISIS telah menjadikan Raqqa sebagai pangkalan untama untuk merencanakan serangan terhadap musuh-musuh Barat mereka.

Koalisi asing pimpinan AS melawan ISIS mengatakan, sebuah konvoi telah meninggalkan Raqqa pada Sabtu, dalam sebuah kesepakatan yang disetujui oleh partai lokal.

Tidak dijelaskan ke mana para militan ISIS itu pergi. Namun dijelaskan, pengaturan pelarian para militan ISIS itu berkas pengaturan yang dimediasi Dewan Sipil Raqqa dan para kepala suku Arab setempat pada Kamis (12/10/2017),

Kesepakatan itu "dirancang untuk meminimalkan korban sipil dan kabarnya mengecualikan teroris Daesh asing" – sebutan Arab untuk ISIS, demikian The Independent mengutip kantor berita Reuters.

Baca: Keseharian Raqqa, Ibu Kota ISIS, Siapa Pun Bisa Mati Setiap Saat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.