Kompas.com - 14/10/2017, 09:11 WIB
Menteri Luar Negeri AS John Kerry AFP PHOTOMenteri Luar Negeri AS John Kerry
EditorGlori K. Wadrianto

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menciptakan sebuah krisis internasional menyusul keputusan yang "berbahaya" untuk memecah kesepakatan nuklir Iran.

Pandangan itu disampaikan mantan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang di masa itu menjadi tokoh yang menegosiasikan kesepakatan tersebut.

"Ini membahayakan kepentingan keamanan nasional AS dan kepentingan sekutu terdekat kita," kata Kerry, Jumat (14/10/2017), seperti dikutip AFP.

Trump telah lama mengkritik kesepakatan tersebut, dan ingin mengambil langkah untuk membatasi program nuklir Teheran.

Baca: Iran Harapkan Bantuan Eropa Soal Kesepakatan Nuklir

Dalam sebuah pidato yang penuh dengan keluhan terkait Revolusi Islam 1979, Trump mencerca kediktatoran Iran, peran sebagai sponsor terorisme, dan agresi yang terus berlanjut di Timur Tengah, dan seluruh dunia.

Trump lalu mengancam akan "merobek" kesepakatan 2015. Dia lalu berhenti, dan tak mengambil langkah prosedural untuk mendeklarasikannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Trump lalu meninggalkan nasib kesepakatan itu di tangan Kongres yang dikuasai Republikan.

Kerry meminta legislatif mengatakan bahwa taruhannya sangat besar untuk Kongres jika hal itu terjadi.

Pada Minggu (15/10/2017),  akan dipublikasikan laporan, apakah Iran mematuhi syarat-syarat yang ditetapkan dalam kesepakatan.

Baca: Iran Tembak Rudal ke Pangkalan AS, Jika Ada Sanksi Baru untuk Teheran



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.