Kompas.com - 13/10/2017, 11:53 WIB
EditorPascal S Bin Saju

YANGON, KOMPAS.com – Menjelang lawatan Paus Fransiskus yang menyerukan perdamaian di Myanmar, pemimpin de facto negara itu, Aung San Suu Kyi, pun menyerukan persatuan nasional.  

Dia mengaku telah membentuk komite yang akan mengkoordinasikan semua bantuan internasional dan lokal ke negara bagian Rakhine yang dilanda konflik, seperti dirilis VOA, Jumat (13/12/2017) ini.

Tokoh-tokoh dan badan-badan internasional telah memberikan tekanan kuat kepada Myanmar agar mengakhiri krisis Rohingnya, yang menyebabkan lebih dari 520.000 orang mengungsi ke Banglades.

Pengungsian besar-besaran terjadi sejak 25 Agustus 2017, ketika pasukan keamanan menanggapi serangan kelompok milisi Rohingya yang menyasar lebih dari 30 pos keamanan Myanmar.

Baca: Akhirnya, Aung San Suu Kyi Mau Bicara Soal Krisis Rohingya

Tindakan keras dan luas terhadap Rohingya, yang memang telah lama dipersekusi, dipandang PBB sebagai operasi “pembersihan etnis”.

Suu Kyi mengakui, dalam pidato di televisi pemerintah pada Kamis (12/10/2017), negaranya dikecam luas atas krisis pengungsi itu dan ia menyerukan persatuan dalam menangani masalah itu.

Peraih Hadiah Nobel Pertamaian pada 1991 itu mengatakan, pemerintahnya sedang mengadakan pembicaraan dengan Banglades atas “mereka yang sekarang berada di Banglades”.

Dia tidak memberi rincian, namun beberapa pejabat mengatakan, mereka harus dapat menunjukkan KTP, sedangkan yang memiliki KTP hanya sedikit.

Suu Kyi, peraih mantan tahanan politik, telah banyak dikritik oleh banyak pihak di luar Myanmar, karena tidak berbicara atas nama Rohingya.

Baca: Paus Fransiskus Melawat Myanmar di Tengah Guncangan Krisis Rohingya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.