Hamas Nyatakan Ada Kesepakatan Rekonsiliasi dengan Fatah

Kompas.com - 12/10/2017, 22:59 WIB
Pasukan khusus Hamas sedang berlatih di Jalur Gaza. AP PhotoPasukan khusus Hamas sedang berlatih di Jalur Gaza.
EditorPascal S Bin Saju

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Faksi Hamas di Palestina menyatakan telah mencapai suatu kesepakatan dengan pesaingnya, Fatah, mengenai rekonsiliasi politik mereka.

Pemimpin Fatah, Ismail Haniyeh, mengeluarkan pernyataan pada Kamis (12/10/2017), yang menyebutkan kedua pihak telah mencapai kesepakatan setelah perundingan dua hari di Kairo, yang dimediasi Mesir.

Haniyeh menyatakan, rincian mengenai kesepakatan tersebut akan diumumkan kemudian pada hari Kamis (12/10/2017) waktu setempat di ibu kota Mesir.

Seorang juru bicara Fatah mengukuhkan pernyataan itu dalam suatu wawancara dengan kantor berita Perancis, AFP.

Baca: Hamas dan Fatah Tak Kunjung Akur, Pengadilan Palestina Tunda Putusan Pemilu

Perjanjian itu menyusul keputusan bulan lalu oleh faksi militan Hamas untuk mengizinkan gerakan Fatah yang dipimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk memulai kembali kontrol atas Gaza.

Hamas telah memerintah daerah ini dan dua juta penduduknya sejak 2007, sewaktu terlibat perang saudara singkat dengan Fatah.

Kedua pihak setuju utnuk membentuk pemerintah persatuan pada tahun 2014, tetapi Hamas terus memimpin Gaza dengan badan administratifnya.

Israel telah memblokade Gaza selama satu dasawarsa, dan perbatasannya dengan Mesir juga sebagian besar masih tutup dalam beberapa tahun ini, membuat ekonomi Gaza goyah. 

Baca: Hamas dan Fatah Upayakan Rekonsiliasi

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X