Kompas.com - 11/10/2017, 18:49 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Pada bulan Desember, lima awak di kapal Marinir MV-22 Osprey terluka setelah pesawat mendarat di perairan dangkal di luar Okinawa.

Pada saat itu, Perdana Menteri Shinzo Abe mengaku sangat menyesalkan terjadinya kecelakaan itu.

Abe menekankan, jaminan keselamatan pesawat adalah syarat mutlak untuk pesawat-pesawat  yang terbang di Jepang.

Kecelakaan Ospreys di Jepang telah mendorong protes penduduk Okinawa, setelah serangkaian kecelakaan serupa di negara lain.

Baca: Amerika Serikat Akan Kembalikan Sebagian Okinawa ke Jepang

Pada bulan Agustus, Marinir AS dipaksa untuk melakukan misi pencarian dan penyelamatan setelah sebuah kapal MV-22 Osprey jatuh di pantai timur Australia.

Mereka menyelamatkan 23 dari 26 personel, sebelum menyudahi proses pencarian tiga awak yang tersisa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.