Eropa Diperkirakan Bakal Hadapi Lebih Banyak Serangan ISIS

Kompas.com - 11/10/2017, 07:38 WIB
. ..
EditorPascal S Bin Saju

KOMPAS.com - Akankah jatuhnya Negara Islam di Suriah dan Irak ( ISIS) dan berakhirnya “kekhalifahan” kelompok teror itu membuat banyak perbedaan ketika menyangkut rekrutmen dan radikalisasi warga Eropa atau pengurangan serangan-serangan “tunggal” (lone wolf)?

Dengan serangan pasukan Kurdi pimpinan AS hampir menghabisi ISIS di Raqqa, ibu kota kelompok teror itu di Suriah, pertanyaan ini menjadi lebih penting.

Namun, para pejabat Perancis dan Belgia tidak percaya pembunuhan akan berhenti di Eropa, setidaknya dalam waktu yang dapat diperkirakan.

Kalangan analis mengatakan “khalifah” itu berguna untuk pemasaran ISIS dan menarik anggota asing, serta memungkinkan kelompok itu membedakan dirinya sendiri dari saingannya Al Qaeda, yang menentang pembentukan ISIS dan mengejek penunjukkan Abu Bakr al-Baghdadi sendiri sebagai “kalifah”.

Baca: Dalam Dua Minggu, ISIS Lakukan Empat Serangan di Eropa

Kini, satu-satunya cara bagi kelompok teror itu untuk tetap relevan dan berupaya untuk lebih cemerlang dari pesaing jihadisnya, Al Qaeda, adalah dengan menyerang Barat sesering mungkin, kata mereka.

Bulan lalu, pria yang diduga Baghdadi memecahkan rekor diamnya selama sebelas bulan dengan mengeluarkan sebuah rekaman suara yang menghina AS, mengajak para jihadis untuk bergerak melawan rejim Suriah dan bersikeras ISIS tetap ada meskipun kehilangan wilayahnya secara drastis.

Dia mendengungkan lagi pesan dari Kepala Propaganda ISIS terdahulu, Abu Mohammad al-Adnani, yang mengumumkan bahwa menguasai wilayah tidak sepenting semangat untuk melawan.

Tapi perhatian Baghdadi sebagian besar berpusat pada perayaan serangan-serangan terhadap Barat, katanya, “Amerika, Eropa dan Rusia kini hidup dalam teror.” 

Baca: ISIS Siapkan Operasi "Bergaya Pasukan Khusus" di Eropa

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X