Peretas Korut Diduga Curi Sejumlah Besar Data Militer Korsel

Kompas.com - 11/10/2017, 07:20 WIB
Amerika Serikat mengkhatirkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang masih sangat muda dan minim pengalaman melakukan salah perhitungan di tengah ketegangan Semenanjung Korea. KNS / KCNA / AFPAmerika Serikat mengkhatirkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang masih sangat muda dan minim pengalaman melakukan salah perhitungan di tengah ketegangan Semenanjung Korea.
EditorPascal S Bin Saju

SEOUL, KOMPAS.com - Para peretas yang diduga berasal dari Korea Utara ( Korut) mencuri sejumlah besar dokumen militer Korea Selatan ( Korsel), termasuk rencana untuk membunuh pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Seorang anggota Parlemen Korsel, Rhee Cheol-hee, mengatakan, informasi tersebut berasal dari Kementrian Pertahanan.

 Amerika Serikat (AS), serta lDokumen yang dicuri juga mencakup rancangan kemungkinan masa perang yang disusun oleh Korsel dan sekutunyaaporan-laporan kepada para komandan senior negara-negara sekutu Korsel.

Sejauh ini Kementrian Pertahanan menolak memberi komentar terkait tuduhan tersebut.

Rhee – yang berasal dari partai pemerintah dan merupakan anggota komite pertahanan parlemen – mengatakan 235 gigabyte dokumen militer dicuri dari Pusat Integrasi Data Pertahanan dan sekitar 80 persen dari dokumen itu masih belum diindetifikasi.

Baca: Bukti Serangan "Ransomware WannaCry" Mengarah ke Korut

Peretasan berlangsung pada September 2016. Pada Mei 2017, Korsel mengatakan, sejumlah data telah dicuri dan Korut kemungkinan memprovokasi “ serangan siber” namun tidak ada rincian tentang data yang dicuri tersebut.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan, Seoul sudah menjadi sasaran rentetan serangan siber oleh tetangganya yang komunis selama beberapa tahun belakangan, dan banyak serangan itu yang menjadikan situs dan fasilitas pemerintah Korsel sebagai sasaran.

Korut – yang diasingkan oleh dunia internasional – diyakini memiliki para peretas yang secara khusus dilatih dan tinggal di luar negeri, termasuk di China.

Pemerintah Pyongyang membantah dan menyatakan Seoul “mengarang-ngarang” tuduhan tersebut.

Laporan tentang bocornya rencana perang yang disusun oleh Seoul dan Washington di Semenanjung Korea jelas tidak membantu meredakan ketegangan antara AS dan Korut.

Baca: Korut Lumpuhkan AS dan Korsel dengan Serangan Cyber

Kedua negara belakangan ini melancarkan serangan kata-kata terkait dengan serangkaian uji coba nuklir Korut bahwa AS ingin menghentikannya sementara Pyongyang bertekad untuk meneruskannya.

Korut baru-baru ini mengklaim sudah berhasil mengembangkan miniatur bom hidrogen, yang bisa ditempatkan di rudal jarak jauh.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X