Kompas.com - 10/10/2017, 15:25 WIB
Raja Spanyol Felipe VI (kedua dari kiri), Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy (kiri), Presiden Catalonia Carles Puigdemont (kedua dari kanan), dan Wali Kota Barcelona Ada Colau (kanan) terlihat berbicara setelah prosesi hening cipta untuk korban serangan teror di Barcelona. 

Acara tersebut digelar di Plaza de Catalunya, Jumat (18/8/2017), sehari setelah serangan yang menewasrkan 14 orang di Barcelona, dan melukai 100-an lainnya. Serangan serupa pun tejadi di Cambrils, beberapa saat setelah serangan di Bercelona.  AFP/JOSEP LAGORaja Spanyol Felipe VI (kedua dari kiri), Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy (kiri), Presiden Catalonia Carles Puigdemont (kedua dari kanan), dan Wali Kota Barcelona Ada Colau (kanan) terlihat berbicara setelah prosesi hening cipta untuk korban serangan teror di Barcelona. Acara tersebut digelar di Plaza de Catalunya, Jumat (18/8/2017), sehari setelah serangan yang menewasrkan 14 orang di Barcelona, dan melukai 100-an lainnya. Serangan serupa pun tejadi di Cambrils, beberapa saat setelah serangan di Bercelona.
EditorPascal S Bin Saju

CATALONIA, KOMPAS.com - Menjelang pidato presiden regional Catalonia, para pemimpin wilayah tersebut menghadapi tekanan domestik dan internasional yang kian meningkat agar membatalkan rencana untuk menyatakan kemerdekaan dari Spanyol.

Pemimpin Regional Catalonia, Carles Puigdemont, akan berpidato di depan parlemen regional pada Selasa (10/10/2017) waktu setempat.

Spanyol khawatir parlemen Catalonia akan memutuskan untuk menyatakan kemerdekaan secara sepihak.  Puigdemont belum mengungkapkan pesan apa yang akan disampaikannya di parlemen.

Para pemimpin politik dari dalam maupun luar negeri, Senin (9/10/2017), telah mendesak para pemimpin Catalonia agar membatalkan rencana mereka untuk meredakan ketegangan di negara itu.

Wali kota Barcelona, Ada Colau, adalah tokoh yang terakhir berbicara menentang Deklarasi Kemerdekaan, dengan mengatakan, hal itu akan membahayakan “kohesi sosial”.

Baca: Akankah Catalonia Memutuskan Kemerdekaan dari Spanyol Hari Ini?

Colau menyerukan, agar semua pihak meredakan ketegangan dalam upaya menyelesaikan krisis kelembagaan paling parah sejak demokrasi ditegakkan kembali di Spanyol.

Pemimpin Partai Oposisi Utama Spanyol, Pedro Sanchez, juga menyerukan agar para pemimpin Catalonia membatalkan rencana menyatakan kemerdekaan.

Ia mengatakan, “tidak ada tempat di negara yang diatur undang-undang bagi pernyataan kemerdekaan sepihak.”

Juru Bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, mengatakan, kanselir menegaskan lagi dukungan bagi persatuan Spanyol, tetapi juga menganjurkan dialog.

Para pemimpin Catalonia mengatakan 90 persen yang memberikan suara mendukung pemisahan diri dari Spanyol.

Namun, para penentang mengatakan referendum tidak menunjukkan keinginan sebenarnya wilayah itu karena orang-orang yang ingin tetap bersatu dengan Spanyol memboikotnya.

Baca: Ratusan Ribu Warga Protes Rencana Catalonia Merdeka dari Spanyol

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.