Pyongyang Tuding CIA Berusaha Bunuh Kim Jong Un dengan Senjata Kimia

Kompas.com - 10/10/2017, 14:54 WIB
Kim Jong Un (kiri) dan Donald Trump (kanan). KCNA/Reuters dan AFP Photo/Frederic J BrownKim Jong Un (kiri) dan Donald Trump (kanan).
|
EditorPascal S Bin Saju

PYONGYANG, KOMPAS.com -  Rezim Korea Utara mengatakan “teroris” Badan Intelijen Pusat ( CIA) Amerika Serikat mencoba membunuh Kim Jong Un dengan senjata kimia.

“Para teroris kejam” (heinous terrorists) mencoba untuk menjatuhkan Pemimpin Tertinggi, klaim kantor berita resmi Korut seperti yang dikuti meda Inggris, The Independent, Selasa (10/10/2017).

Usaha untuk membunuh  pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un, itu dilakukan pada awal tahun ini.

Badan Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola negara mengklaim, "para teroris" CIA berusaha menggunakan racun kimia atau biologi untuk menghabisi Pemimpin Tertinggi, Kim Jong Un.

Pyongyang menunding AS sebagai "pelaku utama di balik terorisme", kata KCNA, kantor berita yang kerap dipandang sebagai sayap propaganda Partai Pekerja yang berkuasa di negara itu.

"Pada Mei tahun ini, sekelompok 'teroris kejam' yang menyusup ke negara kita atas perintah CIA dan dinas intelijen negara bonekanya, Korea Selatan, dengan tujuan melakukan terorisme yang disponsori negara mereka ke markas besar kita dengan menggunakan bahan kimia dan biologis, telah ditangkap.”

Baca: Korut Tuding CIA dan Intelijen Seoul Mau Bunuh Kim Jong Un

"Ini jelas menunjukkan sifat sejati AS sebagai pelakunya utama di balik terorisme," demikian KCNA yang juga mengatakan, AS “mengubah warnanya” seperti halnya “bunglon” untuk membenarkan penggulingan pemerintahan negara lain.

Corong propaganda Pyongyang itu menuding Washington telah menggunakan kampanye perang melawan terorisme untuk membenarkan intervensi militernya ke negara-negara lain, seperti halnya terjadi di Afganistan, Irak, dan Libya.

Uji coba rudal balistik Korut yang terus berlanjut telah memperdalam ketegangan dengan AS. Hal itu pula yang menyebabkan Presiden AS Donald Trump mengancam untuk "menghancurkan negara komunis tersebut secara total”.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X