Kompas.com - 04/10/2017, 11:53 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

YANGON, KOMPAS.com - Gelar ratu kecantikan Myanmar yang disandang seorang perempuan bernama Shwe Eain Si dicopot. 

Pencopotan itu terjadi setelah dia mengunggah sebuah video berisi tudingan kepada kelompok etnis Rohingya.

Dalam sebuah video yang di-posting di jajaring Facebook minggu lalu, Miss Grand Myanmar 2017 ini menuduh militan Rohingya memimpin sebuah "kampanye media".

Kampanye itu dilakukan untuk mengelabui dunia agar etnis Rohingya dipandang sebagai bangsa yang tertindas dan teraniaya.

Dalam video itu, Shwe Eain Si yang berbicara di muka kamera, muncul diselingi gambar grafis orang-orang dengan cipratan berdarah di wajah, dan bayi-bayi telanjang.

Ada pula tangkapan layar dari video yang diunggah oleh kelompok militan, yang dikenal sebagai ARSA (Arakan Rohingya Salvation Army) dalam video itu.

Baca: Siapakah Tentara Pembebasan Rohingya Arakan?

Selanjutnya, pada hari Minggu lalu, perusahaan di balik kontes kecantikan mengumumkan bahwa Shwe Eain Si telah kehilangan gelarnya.

Seperti diberitakan AFP, Rabu (4/10/2017), Si dinilai melanggar peraturan kontrak.

Pencopotan itu disampaikan dalam sebuah pernyataan, namun tidak secara lugas menyebutkan tentang video soal Rohingya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.