Jajak Pendapat soal Pernikahan Sejenis di Australia, Apa Hasilnya? - Kompas.com

Jajak Pendapat soal Pernikahan Sejenis di Australia, Apa Hasilnya?

Kompas.com - 03/10/2017, 14:06 WIB
.THINKSTOCK .

SYDNEY, KOMPAS.com - Hampir 60 persen pemilih Australia telah memberikan suara mereka dalam sebuah survei kontroversial mengenai opsi legalisasi pernikahan sesama jenis.

Sejak 12 September lalu, survei via pos itu telah digelar. Diperkirakan ada 9,2 juta orang atau sekitar 57,5 pemilih sudah mengembalikan form isian per Jumat pekan lalu.

Data itu dilansir oleh Biro Statistik Australia yang dikutip kantor berita AFP, Selasa (3/10/2017).

Hasil survei itu tidak akan dipublikasikan hingga 15 November mendatang. Tanggal itu ditetapkan tepat seminggu setelah jajak pendapat ditutup.

Baca: Homoseksualitas, dari Hukuman Mati hingga Pernikahan Sejenis...

Namun Juru-kampanye dari kubu "ya" dan "tidak" telah menyambut baik tanggapan yang besar dari warga.

"Jumlah pemilih ini adalah tanda kuat bagaimana jutaan percakapan di segala lini kehidupan warga telah memotivasi mereka melihat bahwa kesetaraan perkawinan bukanlah 'apa', melainkan 'siapa'."

Hal itu dikatakan salah satu pemimpin dalam Kampanye Kesetaraan, Anna Brown, dalam sebuah pernyataan tertulis.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa kamp "ya" memimpin pemungutan suara. Kendati demikian, pendukung kubu itu masih harus berhati-hati terhadap kepuasan.

Baca: Menyaksikan Pernikahan Resmi Pertama Kaum Gay di Jerman...

"Lebih dari satu juta orang Australia yang tinggal di luar negeri masih perlu mengembalikan survei mereka juga, baik melalui pos, online atau via individu yang dipercaya," kata Brown.

"Sangat penting setiap orang Australia memiliki pendapat mereka," sambung dia.

Suara utama kampanye "tidak" juga senang dengan jumlah pemilih awal yang tergolong besar.

"Jumlah pemilih yang tinggi menunjukkan bahwa masyarakat Australia memahami beratnya keputusan di depan kita."

Baca: Gereja di Norwegia Sepakati Liturgi Baru untuk Pernikahan Sejenis

"Hal itu juga mencerminkan, warga yang mengerti tentang konsekuensi bagi semua orang," kata Lyle Shelton, Jurubicara Koalisi untuk Perkawinan.

"Ini konsisten dengan banyaknya panggilan dan email dari orang-orang di seluruh Australia yang peduli tentang bagaimana pernikahan sesama jenis akan berdampak pada sekolah, kebebasan berbicara, dan kebebasan beragama," kata dia.

Jumlah pemilih di Australia tampaknya akan menyalip jumlah pemilih untuk referendum pernikahan sejenis Irlandia tahun 2015.

Kala itu, di Irlandia ada sekitar 60 persen pemilih ikut serta memberikan suaranya.

Jika suara "ya" memenangi pemungutan suara, pemerintah telah berjanji untuk mengadakan pemungutan suara parlemen mengenai perubahan undang-undang pernikahan.

Namun, hal itu tidak akan terjadi jika hasil "tidak" yang menang dalam pemungutan suara ini.

Baca: Jerman Legalisasi Pernikahan Sejenis, tapi Kanselir Merkel Menentang


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

Internasional
Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

Megapolitan
Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

Nasional
Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

Nasional
Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

Regional
Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

Edukasi
Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

Regional
Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

Nasional
5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

Megapolitan
Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

Regional
Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

Regional
Cerita Mahfud MD soal Pilkada Tak Langsung yang Buat SBY Menangis

Cerita Mahfud MD soal Pilkada Tak Langsung yang Buat SBY Menangis

Nasional
Diselidiki, Rumah Mewah dan Kebun Sawit Milik Bos Miras yang Tewaskan 45 Orang

Diselidiki, Rumah Mewah dan Kebun Sawit Milik Bos Miras yang Tewaskan 45 Orang

Regional
Rusia Klaim Temukan Sisa Granat Asap Buatan Inggris di Ghouta Timur

Rusia Klaim Temukan Sisa Granat Asap Buatan Inggris di Ghouta Timur

Internasional

Close Ads X