Kompas.com - 03/10/2017, 09:28 WIB
Penulis Amir Sodikin
|
EditorAmir Sodikin

LAS VEGAS, KOMPAS.com - Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) pada Senin (2/10/2017) telah mengklaim bahwa mereka bertanggung jawab dalam penembakan massal di Las Vegas yang terjadi pada Minggu malam waktu setempat. Namun, klaim itu dilakukan tanpa bukti kuat.

Biro Investigasi Federal (FBI) telah membantah klaim tersebut. Senada dengan FBI, agen rahasia AS, Central Intelligence Agency (CIA), juga menolak klaim tersebut. 

AFP melaporkan, klaim yang disampaikan melalui layanan pesan instan Telegram itu menyebutkan, penembak Las Vegas, Stpehen Paddock adalah tentara mereka yang baru saja direkrut. 

Terhadap klaim ini, CIA mengingatkan agar tetap hati-hati dan tak secara cepat mengambil kesimpulan.

Pihak yang mengklaim tak memberikan bukti kuat terhadap klaim tersebut dan hingga kini aparat kepolisian masih percaya bahwa tak ada tanda-tanda bahwa Paddock terafiliasi ke ISIS dan menjadi jihadis.

Baca juga: ISIS Klaim Serangan di Las Vegas Meski Tanoa Bukti Kuat

Sejak awal pengusutan kasus ini, pihak kepolisian di Las Vegas mengatakan, tak ada informasi adanya link teror internasional dalam kasus penembakan tunggal tersebut.
Menjawab berbagai pertanyaan terkait klaim ISIS, Juru Bicara CIA Jonathan Liu mengatakan, mereka telah mengetahu adanya klaim dari ISIS tersebut.

"Kami menyarankan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan sebelum mendapatkan fakta," kata Liu seperti dikutip AFP.

Direktur Program on Extremism at George Washington University Lorenzo Vidino, mengatakan, ISISI memang sering mengklaim berbagai kejadian teror di dunia. Misalnya, perampokan di kasino Manila dan juga serangan neo-Nazi di Rusia.

Baca juga: FBI: Penyerang di Las Vegas Tidak Terkait dengan ISIS

"Khususnya saat ini, mereka telah mengklaim bertanggung jawab dalam penembakan Las Vegas untuk sebuah bukti random yang tidak mereka miliki," kata Vidino.

"Sudah lama mereka mendramatisasi peristiwa nyata, mereke memutarbalikkan kebenaran," lanjut Vidino.

Berbagai klaim ini terjadi saat kekuatan ISIS di berbagai negara seperti di Irak dan Suriah mulai menyusut dan terdesak. Klaim-klaim atas penyerangan di luar medan perang Irak dan Suriah diduga dimanfaatkan para pemimpin ISIS untuk meningkatkan mental para tentara yang kini sudah semakin terdesak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.