Kompas.com - 01/10/2017, 19:37 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

TAIPEI, KOMPAS.com - Tiga personel Angkatan Laut Taiwan dijatuhi pidana hingga dua tahun penjara, karena salah meluncurkan peluru kendali ke wilayah China.

Peristiwa yang terjadi tahun lalu tersebut, tak hanya menuai kecaman keras dari Beijing, tapi juga menyebabkan satu orang tewas. 

Mereka dihukum karena dianggap lalai saat bertugas, hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Rudal yang ditembakkan adalah rudal supersonik Hsiung-feng III (Brave Wind).

Vonis itu dijatuhkan dalam persidangan di pengadilan distrik di Kaohsiung, seperti diumumkan otoritas setempat akhir pekan ini. 

Baca: Pria Taiwan Ini Bertunangan dengan Jasad Pacarnya di Hari Pemakaman

AFP memberitakan, rudal yang dijuluki "Aircraft Carrier Killer" itu terbang sekitar 75 kilometer sebelum menabrak kapal pukat pada 1 Juli 2016 di Perairan Penghu.

Di perairan itu ada sekelompok pulau yang dikelola Taiwan di Selat Taiwan. Rudal tersebut, membunuh kapten kapal dan melukai tiga awak lainnya.

Kecelakaan itu terjadi pada saat hubungan antara Taipei dan Beijing sedang memburuk.

China menegaskan bahwa Taiwan sendiri adalah bagian dari wilayahnya, meskipun kedua belah pihak berpisah pada tahun 1949 setelah perang saudara.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.