Kompas.com - 28/09/2017, 06:17 WIB
EditorPascal S Bin Saju

BEIJING, KOMPAS.com - Interpol dalam pertemuan tahunan pada Rabu (27/9/2017) di Beijing, China, memasukkan Palestina sebagai anggota baru meski ditentang keras oleh delegasi Israel.

Dalam pertemuan itu, para anggota mendukung keanggotaan “Negara Palestina”. Interpol mengatakan, keanggotaan Palestina dan Kepulauan Solomon didukung oleh dua pertiga anggota.

Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki, menggambarkan perkembangan ini “kemenangan” dan hanya dimungkinkan oleh “prinsip yang dipegang sebagian besar anggota Interpol”.

"Dalam kesempatan yang membahagiakan ini, Negara Palestina kembali menegaskan komitmen untuk memegang kewajiban dalam memerangi kejahatan dan menegakkan hukum," kata Maliki.

Sebelum pemungutan suara untuk memasukkan keanggotaan Palestina, Israel mencoba mengusulkan penundaan dengan alasan “Palestina bukan entitas negara dan karena tak memenuhi sayarat untuk menjadi anggota”.

Baca: Interpol Rancang Strategi Baru Berantas Kejahatan Transnasional

Wakil Perdana Menteri Israel Bidang Diplomasi, Michael Oren, melalui Twitter mengatakan, "Dengan memasukkan Palestina, yang mendukung teroris di masa lalu dan menolak untuk mengecam mereka dewasa ini, Interpol membuat dunia menjadi kurang aman."

Media di Israel memberitakan hasil pemungutan suara anggota Interpol adalah 75 anggota mendukung, 24 menolak dan 34 menyatakan abstain.

Israel mengatakan, satu-satunya cara bagi Palestina untuk mewujudkan negara independen adalah melalui perundingan damai.

Namun lima tahun lalu Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menaikkan status Palestina menjadi “negara bukan anggota”.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.