Kompas.com - 24/09/2017, 22:12 WIB
EditorAmir Sodikin

KOLOMBO, KOMPAS.com - Sedikitnya 11.000 bayi asal Sri Lanka telah diadopsi secara ilegal oleh pasangan asing asal Eropa, baik dibeli maupun diculik dari orangtua mereka, demikian hasil investigasi jurnalis asal Belanda, seperti dikutip dari Deutsche Welle

Pemerintah Sri Lanka mengaku sekitar 11.000 bayi menjadi korban perdagangan manusia. Selain dibeli, sebagian besar dari bayi tersebut juga diculik dari orangtua biologis mereka.

Bayi-bayi tersebut telah diadopsi secara ilegal oleh keluarga yang berasal dari Belanda, Inggris, Swedia dan Jerman sejak tahun 1980.

Menteri Kesehatan Sri Lanka, Rajitha Senaratne mengungkapkan fakta ini saat diwawancarai jurnalis investigasi Belanda untuk program dokumentasi "Zembla" yang disiarkan Rabu (20/9/2017). Pemerintah Sri Lanka pun berencana membangun bank data DNA untuk membantu keluarga yang ingin mencari anak mereka.

"Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini," ungkap Senaratne seperti dikutip surat kabar Belanda, Algemeen Dagblad. "Peristiwa ini telah mencederai hak asasi para keluarga."

Baca juga: Sri Lanka Bangun Perkebunan Ganja Resmi untuk Pasar Lokal dan Ekspor

Hasil investigasi juga mengungkapkan ada skema yang dikenal dengan sebutan "peternakan bayi", di mana perempuan secara sengaja hamil untuk tujuan adopsi. Selain itu ada juga skema penculikan bayi dari rumah sakit.

Seorang ibu mengaku dulu diberitahu bahwa bayinya meninggal tak lama setelah lahir. Namun, seorang kerabat sempat melihat dokter meninggalkan rumah sakit sambil menggendong bayinya.

Sindikat kriminal juga terkadang menyewa "seorang aktor gadungan" untuk berpura-pura sebagai ibu biologis ketika menemui pasangan asing yang ingin mengadopsi anak. Sebagian dari ibu palsu ini mengaku dibayar oleh karyawan rumah sakit.


Kondisi terpenjara

Modus kejahatan seperti ini berkembang luas di Sri Lanka pada tahun 1980-an. Adopsi besar-besaran dari Sri Lanka menurun drastis ketika terjadi razia "peternakan" bayi pada tahun 1987 menemukan 22 perempuan dan 20 bayi yang tinggal dalam ruangan mirip penjara.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.