Kompas.com - 23/09/2017, 12:12 WIB
Kim Jong Un (kiri) dan Donald Trump (kanan). KCNA/Reuters dan AFP Photo/Frederic J BrownKim Jong Un (kiri) dan Donald Trump (kanan).
EditorHeru Margianto

KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyebut, perang kata-kata yang terjadi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un layaknya pertikaian dua orang bocah di taman kanak-kanak.

Sebelumnya, Kim menyebut Trump sebagai “orang gila” dan “manula”. Pernyataan Kim itu merespons pidato yang disampaikan Trump di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Rabu (20/9/2017).

Korea Utara, kata Kim, akan mempertimbangkan untuk menempuh "aksi balasan garis keras tertinggi" agar Trump "membayar mahal atas pidatonya".

Kim mengakhiri pernyataannya dengan menekankan bahwa dia "pasti akan menjinakkan manula AS yang gila itu dengan api".

Baca: Sebut Trump Orang Gila, Kim Jong Un Makin Yakin Tindakannya Benar

Trump merespons melalui media sosial twitter dengan menyebut Kim sebagai “orang sinting”.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pidatonya di depan Sidang Umum PBB, Trump mengancam akan menghacurkan total Korea Utara jika negeri itu terus mengancam Amerika dan sekutunya. Trump menyebut Kim sebagai “manusia roket”.

Baca juga: Korea Utara Sebut Pidato Trump seperti Gonggongan Anjing

Lavrov mengatakan, saat ini diperlukan rehat sejenak untuk mendinginkan kepala yang panas menyusul serangkaian uji coba rudal balistik Korea Utara selama beberapa bulan terakhir.

"Ya memang tidak bisa diterima menyaksikan petualangan nuklir militer Korea Utara dengan diam, tapi juga tidak bisa diterima memicu perang di Semenanjung Korea," ujar diplomat senior tersebut.

Ketimbang saling adu kata-kata, Lavrov menyerukan agar proses politik atas Korea Utara terus berlangsung di Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, ini adalah kunci untuk menyelesaikan krisis di semenanjung Korea.

Baca: PBB Sepakati Sanksi Ekonomi Baru untuk Korea Utara

"Bersama dengan Cina, kami akan terus memperjuangkan pendekatan dengan akal sehat, bukan menggunakan emosi seperti ketika sesama bocah di taman kanak-kanak saling berkelahi dan tiada seorang pun yang bisa menghentikan mereka," kata dia.

Sementara, China juga menyerukan agar Trump dan Kim saling menahan diri.

"Semua pihak terkait sebaiknya menahan diri. Jangan memprovokasi satu sama lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Lu Kang.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X