Sebut Trump "Orang Gila", Kim Jong Un Makin Yakin Tindakannya Benar

Kompas.com - 22/09/2017, 12:42 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berpartisipasi dalam sebuah pertemuan dengan Presidium Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea dalam foto tidak bertanggal oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) di Pyongyang, Senin (4/9/2017). ANTARA FOTO/KCNA via REUTERSPemimpin Korea Utara Kim Jong Un berpartisipasi dalam sebuah pertemuan dengan Presidium Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea dalam foto tidak bertanggal oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) di Pyongyang, Senin (4/9/2017).
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengaku semakin yakin bahwa pengembangan persenjataan nuklir di negaranya adalah tindakan yang benar, karena Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah "orang gila".

Pernyataan Kim Jong Un itu ditulis dalam bahasa Inggris yang disebarluaskan kantor berita KCNA.

Kim Jong Un menegaskan, pidato Presiden Trump di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), telah meyakinkan dia bahwa jalan Korut selama ini benar.

"Alih-alih menakutkan atau menghentikan saya, saya justru menyadari jalan yang saya pilih benar, dan itulah yang akan saya tempuh hingga akhir," kata dia.

Kim mengatakan, Trump telah membantah keberadaan Korut dan sekaligus menghina negara tersebut di mata dunia internasional. 

Trump pun telah mengukuhkan deklarasi perang yang paling ganas dalam sejarah. 

Menurut Kim Jong Un, Korut akan mempertimbangkan aksi balasan garis keras agar Trump membayar mahal atas pidatonya.

Baca: Korea Utara Sebut Pidato Trump seperti Gonggongan Anjing

Kim Jong Un mengakhiri pernyataannya dengan menekankan bahwa dia pasti akan menjinakkan "manula" AS.

Sebelulmnya, dalam pidato di Sidang Umum PBB pada Selasa (19/9/2017), Presiden Trump berjanji untuk menghancurkan secara total Korut jika negara itu mengancam AS dan sekutu-sekutunya.

Baca: Trump: AS Mampu Hancurkan Korea Utara Secara Total, Jika Terpaksa

Namun Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho menyamakan pidato Presiden AS bagai salakan anjing.

"Ada pepatah menyatakan, 'biarlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu'."

Beberapa hari setelah berpidato di PBB, Trump mengumumkan sanksi baru terhadap para individu dan perusahaan yang menjalin usaha dengan Korut, sehubungan dengan program nuklir ini,

Trump mengatakan langkah ini ditempuh dengan tujuan untuk memutus sumber-sumber pendapatan yang digunakan untuk mendanai usaha Korut mengembangkan senjata paling mematikan yang pernah dikenal manusia.

Sektor-sektor yang dijadikan sasaran adalah industri tekstil, perikanan, teknologi informasi, dan manufaktur.

Baca: Trump Keluarkan Sanksi Baru untuk Korea Utara, Apa Isinya?

Selama beberapa bulan terakhir, Korut meningkatkan frekuensi uji coba rudal balistik.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, memperingatkan adanya histeria militer atas uji rudal ini, akan berujung pada bencana.

Ada pun Menlu Cina, Wang Yi, mengimbau Pyongyang untuk tidak menuju ke arah berbahaya.

Kepada delegasi negara-negara anggota PBB, Wang mengatakan, seharusnya tidak ada senjata nuklir baru di Semenanjung Korea, apakah itu Utara atau pun Selatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X