Kompas.com - 20/09/2017, 05:25 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

"Saya pikir orang-orang di Pentagon ketika mempertimbangkan opsi militer, mereka terperanjat dengan potensi jumlah korban jiwa, setidaknya ratusan ribu warga Korea Selatan di Seoul," kata dia.

Terlebih lagi, tambah Patrick, bagi Korsel, gagasan AS melancarkan serangan terhadap Korut menjadi pilihan terakhir.

Selain mengeluarkan ancaman terhadap Korut, Presiden Trump juga melancarkan serangan verbal kepada Iran.

Dia menyebut, Iran merupakan "kediktatoran korup" yang bermaksud menggoyah Timur Tengah.

Lebih lanjut, dia menyerukan kepada Pemerintah Iran untuk tidak lagi mendukung terorisme.

Ia tak luput mengkritik perjanjian AS-Iran yang diteken di masa pemerintahan Presiden Barack Obama terkait program nuklir Iran.

Trump menyebut perjanjian tersebut 'memalukan'.

Baca: Kini, Presiden Iran yang Tebar Ancaman Keras kepada Donald Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.