Ledakan di London, Presiden Trump Kembali 'Bocorkan" Informasi? - Kompas.com

Ledakan di London, Presiden Trump Kembali 'Bocorkan" Informasi?

Kompas.com - 15/09/2017, 20:36 WIB
Ledakan di stasiun bawah tanah Parsons Green di London barat, Jumat pagi (15/9/2017) dipicu dari sebuah benda berbentuk ember berwarna putih yang diletakkan di gerbong paling belakang.VIA The GUARDIAN Ledakan di stasiun bawah tanah Parsons Green di London barat, Jumat pagi (15/9/2017) dipicu dari sebuah benda berbentuk ember berwarna putih yang diletakkan di gerbong paling belakang.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jumat (15/9/2017) mengecam aksi "pecundang teroris" yang menyebabkan ledakan di stasiun kereta bawah tanah di London, Inggris.

Selanjutnya, Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa pelaku serangan itu telah berada dalam jangkauan otoritas anti-teror Inggris, Scotland Yard.

Setidaknya, 20 orang mengalami luka bakar saat terjadi ledakan dari benda semacam ember berwarna putih. 

Benda itu yang diletakkan di gerbong paling belakang di dalam sebuah kereta di stasiun bawah tanah Parsons Green, saat jam sibuk penumpang di pagi hari.

Baca: Saat Ledakan, Orang Menjerit, Berlari, dan Terinjak-injak di Tangga

"Serangan di London dilakukan oleh seorang pecundang teroris," Presiden AS dalam komentar melalui akun Twitter-nya, seperti dikutip AFP.

"Ini adalah orang-orang sakit dan gila yang sudah berada dalam jangkauan Scotland Yard. Harus proaktif!"

Tidak segera jelas apakah orang-orang di balik serangan bom pada hari Jumat memang sebelumnya sudah "dikenal" oleh penegak hukum Inggris.

Jika memang demikian, Trump rupanya telah mengungkapkan detail peristiwa ini, sebelum pihak berwenang di Inggris menyampaikan informasi publik.

"Benar atau tidak -dan saya yakin dia tidak tahu, ini sangat tidak membantu dari pemimpin sekutu dan mitra intelijen kami," kicau Nick Timothy, di akun Twitter-nya.

Timothy adalah mantan Kepala Staf untuk Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Peristiwa kali ini, kembali mengingatkan pada kejadian di bulan Mei.

Saat itu, pejabat Inggris marah, karena pihak AS membocorkan materi penyelidikan bersama, tentang serangan bom di konser bintang pop Ariana Grande.

Dalam konser yang digelar di Manchester itu, 22 orang tewas.

Baca: Ledakan di Konser Ariana Grande

Identitas pengebom dan rincian kejadian dibocorkan kepada media di AS, sebelum pejabat Inggris merasa siap untuk mengungkapkannya.

Bahkan, the New York Times mendahului Pemerintah Inggris dan media lainnya dengan menerbitkan foto-foto dari lokasi kejadian dan sisa-sisa bom tersebut.

Trump juga menggunakan serangan kereta di London ini untuk memperbarui seruan yang melarang perjalanan bagi wisatawan dari beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Isu ini menjadi sorotan sengit di AS yang terus berkutat dalam "pertempuran" hukum, meski sebagian telah mulai berlaku.

"Larangan perjalanan ke AS harus jauh lebih besar, lebih ketat, dan lebih spesifik - tapi bodohnya hal itu tak akan benar secara politis."

"Pecundang teroris harus ditangani dengan cara yang jauh lebih keras."

"Internet adalah alat rekrutmen utama yang harus kita potong dan gunakan lebih baik!"

Demikian rentetan kicauan Trump di akun Twitter-nya.

Baca: 18 Korban Ledakan di Stasiun Bawah Tanah London Dilarikan ke RS


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Polisi Diminta Selidiki Petugas 'Exit Gate' yang Loloskan Remaja Pencuri Koper

Polisi Diminta Selidiki Petugas "Exit Gate" yang Loloskan Remaja Pencuri Koper

Megapolitan
Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,8 persen, Prabowo 27,2 persen

Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,8 persen, Prabowo 27,2 persen

Nasional
Belasan Ribu Surat Suara Pilgub Jateng di Purbalingga Rusak

Belasan Ribu Surat Suara Pilgub Jateng di Purbalingga Rusak

Regional
Kecelakaan Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Tewas

Kecelakaan Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Tewas

Regional
Polisi Upayakan Kasus Remaja Curi Koper di Bandara Diselesaikan di Luar Pengadilan

Polisi Upayakan Kasus Remaja Curi Koper di Bandara Diselesaikan di Luar Pengadilan

Megapolitan
Kesaksian Warga soal Ribuan E-KTP yang Tercecer di Bogor

Kesaksian Warga soal Ribuan E-KTP yang Tercecer di Bogor

Regional
Ibu di India Tak Sadar Telah Digigit Ular, Anak Meninggal Usai Menyusu

Ibu di India Tak Sadar Telah Digigit Ular, Anak Meninggal Usai Menyusu

Internasional
Petasan Meledak, Rumah Hancur dan Satu Orang Meninggal Dunia

Petasan Meledak, Rumah Hancur dan Satu Orang Meninggal Dunia

Regional
Tak Peduli Merek, DV Curi Koper Apa Saja yang Ada di Hadapannya

Tak Peduli Merek, DV Curi Koper Apa Saja yang Ada di Hadapannya

Megapolitan
Akibat Galian Resapan Air Tanpa Pembatas, Mobil Terperosok ke Lubang

Akibat Galian Resapan Air Tanpa Pembatas, Mobil Terperosok ke Lubang

Megapolitan
Remaja DV Kerap Lakukan Pencurian Koper di Bandara Sepulang Sekolah

Remaja DV Kerap Lakukan Pencurian Koper di Bandara Sepulang Sekolah

Megapolitan
Anggota Komisi II Minta Kemendgari Jamin Tak Ada Penyalahgunaan E-KTP

Anggota Komisi II Minta Kemendgari Jamin Tak Ada Penyalahgunaan E-KTP

Nasional
Remaja Curi 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta karena Ingin Mengoleksi

Remaja Curi 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta karena Ingin Mengoleksi

Megapolitan
Masuk Lewat 'Exit Gate', Begini Cara Remaja Ini Curi Koper di Bandara

Masuk Lewat "Exit Gate", Begini Cara Remaja Ini Curi Koper di Bandara

Megapolitan
Putin Isyaratkan Ingin Kembali Jabat Posisi Perdana Menteri pada 2024

Putin Isyaratkan Ingin Kembali Jabat Posisi Perdana Menteri pada 2024

Internasional

Close Ads X