Pria Berpisau Serang Prajurit Anti-Teror di Stasiun Metro Paris - Kompas.com

Pria Berpisau Serang Prajurit Anti-Teror di Stasiun Metro Paris

Kompas.com - 15/09/2017, 18:47 WIB
.AFP PHOTO .

PARIS, KOMPAS.com - Seorang pria berpisau menyerang seorang tentara di Paris, Perancis, Jumat (15/9/2017). 

Insiden ini semakin memunculkan pertanyaan, apakah memang pasukan patroli anti- teror Perancis menjadi target bagi para teroris

AFP memberitakan, prajurit yang diserang kali ini pun merupakan bagian dari operasi anti-terorisme yang dikenal dengan nama Sentinelle.

Beruntung, dia mampu mengagalkan niat pria tersebut dan selamat tanpa terluka. Selanjutnya, pelaku serangan dibawa ke rumah tahanan. 

Baca: Polisi Paris Evakuasi Warga dari Kawasan Champs Elysees

Pria tersebut melakukan serangan di stasiun metro Chatelet, sekitar pukul 6.30 pagi (11.30 WIB).

Meski serangan ini dapat digagalkan, otoritas penyidik tetap membuka penyelidikan anti-teror. Seperti diungkapkan Jurubicara Pemerintah Christophe Castaner.

Insiden tersebut terjadi saat Perancis masih dalam status siaga menyusul serangkaian serangan teror yang dimulai pada Januari 2015.

Kala itu, orang-orang bersenjata menyerbu kantor mingguan Charlie Hebdo, dan menewaskan 12 orang.

Pemerintah Perancis meluncurkan Operasi Sentinelle setelah serangan tersebut. Sebanyak 7.000 tentara diterjunkan di seluruh negeri, untuk menjaga daerah berisiko seperti lokasi wisata dan bangunan keagamaan.

Sejak saat itu, pasukan keamanan telah mengalami tujuh kali serangan. Termasuk bulan lalu, ketika seorang pria menabrakkan mobil ke sekelompok tentara di pinggiran kota Paris, melukai enam lainnya.

Baca: Serangan Bermobil di Paris, BMW Melaju Kencang dan Tabrak 6 Tentara

Meski jauh lebih kecil dalam skala dari serangan gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) tahun 2015 di Paris, atau serangan truk tahun lalu di Nice, serangan berulang terhadap tentara Perancis telah memicu perhatin.

Diduga pasukan keamanan di Perancis telah menjadi sasaran teror tersendiri. 

Namun, Menteri Pertahanan Florence Parly mengatakan, fakta bahwa penyerang dengan cepat dikendalikan adalah bukti profesionalisme dan efisiensi tentara Sentinelle dalam misi ini.

"Kami tidak tahu maksud dan motif penyerangnya," kata dia dalam sebuah wawancara radio.

Pada bulan Februari, seorang pria berusia 29 tahun yang mengacungkan parang di tangan, dan menyerang empat tentara.

Keempat tentara itu sedang berpatroli di dekat museum Louvre di Paris. Pelaku meneriakkan "Allahu akbar" (Allah Maha Besar), dan kemudian melakukan serangan. 


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Polisi Diminta Selidiki Petugas 'Exit Gate' yang Loloskan Remaja Pencuri Koper

Polisi Diminta Selidiki Petugas "Exit Gate" yang Loloskan Remaja Pencuri Koper

Megapolitan
Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,8 persen, Prabowo 27,2 persen

Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 46,8 persen, Prabowo 27,2 persen

Nasional
Belasan Ribu Surat Suara Pilgub Jateng di Purbalingga Rusak

Belasan Ribu Surat Suara Pilgub Jateng di Purbalingga Rusak

Regional
Kecelakaan Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Tewas

Kecelakaan Sepeda Motor di Madiun, Tiga Orang Tewas

Regional
Polisi Upayakan Kasus Remaja Curi Koper di Bandara Diselesaikan di Luar Pengadilan

Polisi Upayakan Kasus Remaja Curi Koper di Bandara Diselesaikan di Luar Pengadilan

Megapolitan
Kesaksian Warga soal Ribuan E-KTP yang Tercecer di Bogor

Kesaksian Warga soal Ribuan E-KTP yang Tercecer di Bogor

Regional
Ibu di India Tak Sadar Telah Digigit Ular, Anak Meninggal Usai Menyusu

Ibu di India Tak Sadar Telah Digigit Ular, Anak Meninggal Usai Menyusu

Internasional
Petasan Meledak, Rumah Hancur dan Satu Orang Meninggal Dunia

Petasan Meledak, Rumah Hancur dan Satu Orang Meninggal Dunia

Regional
Tak Peduli Merek, DV Curi Koper Apa Saja yang Ada di Hadapannya

Tak Peduli Merek, DV Curi Koper Apa Saja yang Ada di Hadapannya

Megapolitan
Akibat Galian Resapan Air Tanpa Pembatas, Mobil Terperosok ke Lubang

Akibat Galian Resapan Air Tanpa Pembatas, Mobil Terperosok ke Lubang

Megapolitan
Remaja DV Kerap Lakukan Pencurian Koper di Bandara Sepulang Sekolah

Remaja DV Kerap Lakukan Pencurian Koper di Bandara Sepulang Sekolah

Megapolitan
Anggota Komisi II Minta Kemendgari Jamin Tak Ada Penyalahgunaan E-KTP

Anggota Komisi II Minta Kemendgari Jamin Tak Ada Penyalahgunaan E-KTP

Nasional
Remaja Curi 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta karena Ingin Mengoleksi

Remaja Curi 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta karena Ingin Mengoleksi

Megapolitan
Masuk Lewat 'Exit Gate', Begini Cara Remaja Ini Curi Koper di Bandara

Masuk Lewat "Exit Gate", Begini Cara Remaja Ini Curi Koper di Bandara

Megapolitan
Putin Isyaratkan Ingin Kembali Jabat Posisi Perdana Menteri pada 2024

Putin Isyaratkan Ingin Kembali Jabat Posisi Perdana Menteri pada 2024

Internasional

Close Ads X