Kompas.com - 14/09/2017, 07:28 WIB
Jean-Claude Juncker ReutersJean-Claude Juncker
EditorPascal S Bin Saju

STRASBOURG,  KOMPAS.com – Kepala Komisi Uni Eropa telah menolak permohonan keanggotaan Turki dari blok tersebut untuk "masa mendatang" karena masalah hak asasi.

 Dalam pidato tahunan State of Union, Rabu (13/9/2017), Presiden Komisi Uni Eropa, Jean-Claude Juncker mengatakan, keprihatinan akan masalah hak asasi manusia (HAM) adalah alasannya.

Juncker juga menyampaikan nada optimis dibandingkan dengan pidato tahunannya tahun lalu, yang muncul setelah Inggris menyatakan akan keluar dari blok itu.

"Perekonomian Eropa akhirnya membaik lagi," katanya kepada anggota Parlemen Uni Eropa yang berkumpul di Parlemen Eropa di Strasbourg, Perancis.

"Kita sekarang punya kesempatan yang tidak akan terbuka selamanya. Mari kita manfaatkan momentum kesempatan ini,” ujarnya.

Baca: Selama Erdogan Berkuasa, Turki Takkan Boleh Bergabung di Uni Eropa

Juncker mengatakan, Uni Eropa akan berusaha menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan Meksiko dan negara-negara Amerika Selatan, dan membuka perundingan perdagangan dengan Australia dan Selandia Baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Juncker mengecam kuat Turki, menyoroti persidangan yang terus berlanjut terhadap belasan wartawan Turki dan aktivis oposisi yang dikenai tuduhan melakukan kegiatan teroris.

Amnesty International, yang ketuanya dari Turki termasuk di antara yang ditahan, menyambut baik pidato Juncker.

"Lebih dari 150.000 orang benar-benar menghadapi semacam tuntutan, atau kehilangan posisinya sebagai pegawai negeri,”  juru bicara Amnesty di Turki Milena Buyum.

“Situasi ini tidak dapat diterima, dan dalam hal HAM di Turki, perbedaan pendapat menjadi sesuatu yang langka," ujar Buyum lagi.

Baca: Uni Eropa Ingin Hentikan Pembahasan Keanggotaan Turki

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.