Kompas.com - 12/09/2017, 20:37 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

HARARE, KOMPAS.com - Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengklaim negaranya sudah mampu menghasilkan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sendiri.

Klaim keberhasilan ini merupakan yang pertama kali sejak Zimbabwe menerapkan kebijakan kontroversial untuk mencabut lahan dari petani kulit putih.

Presiden Mugabe mengungkapkan hal itu di hadapan parlemen Zimbabwe di Harare, Selasa (12/9/2017).

Sejak tahun 2000, ratusan petani kulit putih diusir dari lahan di negara itu.

Baca: Presiden Mugabe: Saya Tidak Sekarat

Seringkali mereka diusir dengan kekerasan, dan tanahnya lalu diserahkan kepada sekutu partai ZANU-PF yang berkuasa.

Dalam banyak kasus, lahan itu menjadi terbengkalai dan tidak produktif. Padahal, Zimbabwe sebelumnya dikenal sebagai "keranjang roti" bagi Afrika.

"Negara ini pada tahun ini berhasil mendapatkan kembali status swasembada pangannya di dukung curah hujan yang baik dan pengenalan komando pertanian," kata Mugabe seperti dikutip AFP.

"Pemerintah sekarang bekerja untuk mengkonsolidasikan pertanian melalui, antara lain, menginvestasikan lebih banyak sumber daya dalam pengembangan sumber air dan irigasi."

Panen jagung membantu Zimbabwe mendapatkan kembali ketahanan pangannya.

Mugabe sebelumnya mengakui bahwa menyerahkan lahan yang luas kepada pemilik hitam yang tidak berpengalaman adalah sebuah kesalahan.

Konfederasi Pengecer Zimbabwe mengeluarkan peringatan minggu lalu, kekurangan mata uang asing dapat menyebabkan kekurangan bahan pokok yang parah.

Namun hari ini, Mugabe mengaku berharap sektor pertanian yang diremajakan akan mengangkat ekonomi negara yang sekarat.

Zimbabwe terlilit masalah defisit keuangan, dan tingkat pengangguran yang melonjak.

Mugabe yang berusia 94 tahun depan kembali ditunjuk sebagai kandidat presiden untuk partai ZANU-PF. 

Baca: Terlilit Perkara di Afsel, Grace Mugabe Klaim Kekebalan Diplomatik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.