Bukti Terbaru, Arab Saudi Danai "Dry Run" untuk Serangan Teror "9/11"

Kompas.com - 12/09/2017, 11:55 WIB
Para pengunjung menyentuh nama-nama korban tewas dalam serangan terhadap gedung World Trade Center di New York, AS, 11 September 2001 pada peringatan 15 tahun serangan teror itu, Minggu (11/9/2016). Pada 11 September 2017, mereka peringati 16 tahun serangan itu.
Associated PressPara pengunjung menyentuh nama-nama korban tewas dalam serangan terhadap gedung World Trade Center di New York, AS, 11 September 2001 pada peringatan 15 tahun serangan teror itu, Minggu (11/9/2016). Pada 11 September 2017, mereka peringati 16 tahun serangan itu.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Bukti terbaru menunjukkan, Arab Saudi menandai “dry run” untuk jaringan teroris Al Qaeda melakuan empat serangan ke Amerika Serikat, 16 tahun silam.

Serangan pada 11 September 2001 itu diperingati pada Senin (11/9/2017) waktu AS atau Selasa (12/9/2017) WIB. Hampir 3.000 orang tewas dan lebih dari 6.000 orang terluka.

Menurut dokumen hasil penyelidikian AS, dua warga Arab Saudi dan pegawai pemerintah didanai untuk melakukan pengecekan keamanan di pesawat pada penerbangan domestik.

Harian The Independent melaporkan, Kedubes Arab Saudi di Washington DC membiayai sebuah  “dry run” untuk serangan teror 9/11 atau disebut serangan nine eleven pada 2017.

Bukti baru yang diperoleh itu akan diajukan secara resmi dalam sebuah tuntutan hukum terhadap pemerintah Arab Saudi.

Baca: 16 Tahun Serangan “9/11”: WTC Runtuh Bukan karena Tabrakan Pesawat?

Seperti dilaporkan The New York Post (NYP), Kedutaan Arab Saudi mungkin telah menggunakan dua pegawainya untuk apa yang disebut sebagai kegiatan “dry run” sebelum 19 teroris Al Qaeda menabrakkan dua pesawat yang mereka bajak ke Menara Kembar WTC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Istilah “dry run” secara harafiah berarti “uji coba materi training”. Namun, dalam konteks serangan 11 September 2001, dry run berarti “kegiatan atau latihan persiapan menjelang pelaksanaan aksi teror”.

Komplain tersebut, yang diajukan atas nama 1.400 anggota keluarga korban, menyatakan, pemerintah Arab Saudi membayar dua warga negaranya untuk berlaku sebagai pelajar di AS.

Keduanya mengambil penerbangan dari Phoenix ke Washington DC dan menguji keamanan pengaman penerbangan sebelum serangan nine eleven.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.