Dalai Lama: Buddha akan Menolong Muslim Rohingya

Kompas.com - 11/09/2017, 15:22 WIB
EditorPascal S Bin Saju

NEW DELHI, KOMPAS.com – Tokoh agama Buddha, Dalai Lama, turut mengomentari masalah atau krisis di Myanmar yang mengakibatkan terjadinya gelombang pengungsi Rohingya.

Menurutn Dalai Lama, Buddha akan menolong Muslim yang telah mengungsi dari kekerasan di Myanmar, negara  yang mayoritas penduduknya adalah Buddhis.

Ratusan ribu warga Rohingya tiba di Banglades dalam dua minggu ini, sejak serangan oleh militan Rohingya ke lebih dari 20 pos keamanan sehingga menewaskan puluhan orang.

Etnis minoritas Rohingya, yang disebut "orang-orang Bengali" oleh masyarakat Myanmar, tidak diakui sebagai warga negara itu sejak berpuluh-puluh tahun dan mereka menjadi korban kekerasan.

Baca: 409.000 Orang Teken Petisi 'Cabut Hadiah Nobel Perdamaian' Suu Kyi

Menurut kantor berita Perancis, AFP, Senin (11/9/2017), pemimpin tertinggi umat Buddha itu adalah peraih Nobel Perdamaian terakhir yang mengecam kekerasan itu.

Sedangkan menurut pelapor khusus HAM PBB, kekerasan di Myanmar telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan kebanyakan korban adalah warga Rohingya.

“Mereka yang menganiaya Muslim, mereka seharusnya mengingat Buddha," kata Dalai Lama. "Buddha pasti menolong warga Muslim yang malang itu. Saya merasakan itu. Saya merasa sedih.”

Mayortas penduduk Myanmar adalah pengikut Buddha. Namun kebencian warga luka meluas terhadap etnis Rohingya dengan tak menerbitkan kartu tanda penduduk dan mencapnya sebagai imigran ilegal "Bengali".

Pemimpin sipil de facto Myanmar Aung San Suu Kyi telah dikecam karena sikap diamnya terhadap kekerasan yang menyasar warga minoritas.

Baca: Diam atas Krisis Rohingya, Apakah Hadiah Nobel Suu Kyi Akan Dicabut?

Kecaman antara lain datang dari Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai dan Uskup Agung Afrika Selatan, Desmond Tutu.

Uskup Agung Tutu, yang menjadi suara moral Afrika Selatan setelah membantu membongkar apartheid di sana, mendesak Suu Kyi  untuk berbicara dan tak diam lagi.

"Jika harga politik Anda adalah untuk mengantar Anda ke ke puncak kekuasaan Myanmar adalah sikap diam Anda, harganya pasti terlalu tinggi," kata Tutu dalam sebuah pernyataan.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Capai 25 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

[POPULER INTERNASIONAL] Singapura Umumkan Kasus Virus Corona | Trump Dianggap Menipu demi Pilpres AS 2020

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X