409.000 Orang Teken Petisi "Cabut Hadiah Nobel Perdamaian" Suu Kyi

Kompas.com - 11/09/2017, 12:34 WIB
Aung San Suu Kyi menyampaikan Pidato Penerimaan Nobelnya di Oslo, Norwegia, Juni 2012. Daniel Sannum-Lauten/AFP/Getty ImagesAung San Suu Kyi menyampaikan Pidato Penerimaan Nobelnya di Oslo, Norwegia, Juni 2012.
EditorPascal S Bin Saju

YANGON, KOMPAS.com - Lebih dari 409.000 orang meneken petisi untuk menyerukan pencabutan Hadiah Nobel Perdamaian dari tangan Aung San Suu Kyi karena pemimpin de facto Myanmar itu gagal melindungi minoritas Rohingya.

Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD menerima hadiah paling bergensi itu pada 1991 karena mengecam antikekerasan dan menyerukan pemilu bebas dan demokratis di Myanmar.

Komite Nobel menyebut Suu Kyi layak mendapatkannya untuk perlawanan anti-kekerasannya memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia.

Namun, lebih dari 409.000 orang telah meneken petisi di Change.org yang menuntut Komite Nobel menarik hadiah bagi Suu Kyi, yang secara luas telah dikecam karena diam atas krisis Rohingya.

Baca: Aktivis Indonesia Ajukan Petisi untuk Cabut Nobel Milik Aung San Suu Kyi

"Sampai detik ini, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi sama sekali tak melakukan apapun untuk menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan ini di negaranya," bunyi petisi tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Perancis, Aung San Suu Kyi.

Komite Nobel Norwegia mengatakan, mereka tidak akan membatalkan penghargaan tersebut, keculi pekerjaan yang menyebabkan hadiah tersebut dipermasalahkan.

Ada kemarahan yang meningkat pada laporan dan tuduhan pembantaian minoritas Muslim Rohingya oleh tentara Myanmar dan warga lokal, tanpa pandang bulu.

Ribuan rumah dan puluhan desa telah terbakar habis di negara bagian Rakhine, yang menyebabkan hampir 300.000 orang melarikan diri dalam waktu hanya dua minggu ini.

Pemantau mengatakan, mengatakan sampai 1.000 orang telah terbunuh.

Baca: Diam atas Krisis Rohingya, Apakah Hadiah Nobel Suu Kyi Akan Dicabut?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Internasional
Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Internasional
50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Internasional
Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Internasional
China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

Internasional
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X