Sekjen PBB Sebut Ancaman Nuklir Korea Utara sebagai Krisis Terburuk

Kompas.com - 10/09/2017, 08:42 WIB
Sekjen PBB Antonio Guterres. KENA BETANCUR / AFP Sekjen PBB Antonio Guterres.

PARIS, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa Bangsa Antonio Guterres mengatakan bahwa ancaman nuklir dan misil Korea Utara merupakan krisis terburuk dunia selama beberapa tahun terakhir.

Dalam sebuah wawancara dengan media Perancis, Le Journal du Dimanche, Guterres pun mengaku khawatir dengan krisis di semenanjung Korea tersebut.

"Ini merupakan ancaman serius yang kita hadapi dalam beberapa tahun terakhir," kata Guterres, dilansir dari AFP, Minggu (10/9/2017).

Guterres mengatakan, ada sejumlah perang dan konflik di masa lalu yang terjadi setelah melalui sejumlah pertimbangan matang. Namun, menurut dia, banyak juga perang dan konflik yang terjadi akibat keputusan yang emosional dan tidak matang.


Dalam penuturan Guterres, banyak perang tersebut yang terjadi karena keputusan yang dilakukan seperti orang yang "berjalan dalam tidur".

"Kita harus berharap bahwa ancaman serius ini tetap membuat kita berada di jalur dengan penalaran yang beralasan, sebelum terlambat," ucapnya.

(Baca juga: Sejarah Pengembangan dan Uji Coba Senjata Nuklir Korea Utara)

Menurut Guterres, kunci penyelesaian terhadap ancaman ini adalah jika Korea Utara menghentikan program nuklir dan balistiknya. Korea Utara juga diminta menghargai resolusi yang disampaikan Dewan Keamanan PBB.

Saat ini, Amerika Serikat terus mendorong Dewan Keamanan PBB untuk memberikan sanksi keras untuk Korea Utara. Akan tetapi, aksi AS ini terus mendapat perlawanan dari China dan Rusia.

Adapun, AS mengajukan draf resolusi yang meminta embargo minyak untuk Korea Utara, pembekuan aset pimpinan Korea Utara Kim Jong-un, serta pelarangan industri tekstil dan menghentikan pembayaran untuk pekerja Korea Utara di luar negaranya.

Dikutip dari AFP, sumber diplomatik menyebut bahwa Rusia dan China menentang sebagian besar usulan AS, kecuali pelarangan tekstil, saat pertemuan ahli pada Jumat kemarin.

Menanggapi itu, Guterres tetap berharap Dewan Keamanan PBB dapat bersatu untuk memberikan solusi yang terbaik.

"Kita juga harus tetap menjaga persatuan Dewan Keamanan PBB, karena itu merupakan satu-satunya alat untuk melakukan diplomasi dengan peluang keberhasilan yang besar," kata Guterres.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


PenulisBayu Galih
EditorBayu Galih
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jika Terjadi Konflik, Rudal China Bisa Merontokkan Pangkalan AS di Asia dalam Hitungan Jam

Jika Terjadi Konflik, Rudal China Bisa Merontokkan Pangkalan AS di Asia dalam Hitungan Jam

Internasional
Sandera Penumpang Pakai Pistol Mainan, Pelaku Pembajakan Bus Ditembak Mati Polisi

Sandera Penumpang Pakai Pistol Mainan, Pelaku Pembajakan Bus Ditembak Mati Polisi

Internasional
Perdana Menteri Italia Ingin Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Italia Ingin Mengundurkan Diri

Internasional
AS Peringatkan Pelabuhan Yunani untuk Tak Bantu Kapal Tanker Iran

AS Peringatkan Pelabuhan Yunani untuk Tak Bantu Kapal Tanker Iran

Internasional
Ambil Pasir dari Pantai Italia, Pasangan Turis dari Perancis Terancam Dipenjara

Ambil Pasir dari Pantai Italia, Pasangan Turis dari Perancis Terancam Dipenjara

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Leon Trotsky Dibunuh di Meksiko

Hari Ini dalam Sejarah: Leon Trotsky Dibunuh di Meksiko

Internasional
Viral Ikan Terperangkap Kantong Plastik, Begini Kisah di Baliknya

Viral Ikan Terperangkap Kantong Plastik, Begini Kisah di Baliknya

Internasional
Keluar dari Perjanjian Nuklir, AS Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah

Keluar dari Perjanjian Nuklir, AS Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Menengah

Internasional
Pegawai Konsulat Hong Kong Diduga Ditahan di China, Inggris Khawatir

Pegawai Konsulat Hong Kong Diduga Ditahan di China, Inggris Khawatir

Internasional
Trump Berjanji Tak Akan Lakukan Ini di Greenland

Trump Berjanji Tak Akan Lakukan Ini di Greenland

Internasional
Terungkap, China Pakai Twitter dan Facebook untuk Lawan Peserta Demo Hong Kong

Terungkap, China Pakai Twitter dan Facebook untuk Lawan Peserta Demo Hong Kong

Internasional
Seekor Anjing Pit Bull Selamatkan Tuannya dari Gigitan Hiu

Seekor Anjing Pit Bull Selamatkan Tuannya dari Gigitan Hiu

Internasional
Trump Setuju AS Jual 66 Unit Jet Tempur F-16 ke Taiwan

Trump Setuju AS Jual 66 Unit Jet Tempur F-16 ke Taiwan

Internasional
Robot Biksu, Cara Kuil Buddha Berusia 400 Tahun di Jepang Gaet Kaum Muda

Robot Biksu, Cara Kuil Buddha Berusia 400 Tahun di Jepang Gaet Kaum Muda

Internasional
Angkatan Laut AS Siap Jalankan Misi 'Apa Pun' di Venezuela

Angkatan Laut AS Siap Jalankan Misi "Apa Pun" di Venezuela

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X