Laporan PBB: Kekerasan di Myanmar Telah Merenggut 1.000 Nyawa Lebih

Kompas.com - 09/09/2017, 19:50 WIB
Asap hitam mengepul di banyak tempat di sebuah desa di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang diyakini ada pembakaran rumah-rumah warga Rohingya. Warga korban pun hanya memandang sedih
AFP/Getty ImagesAsap hitam mengepul di banyak tempat di sebuah desa di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang diyakini ada pembakaran rumah-rumah warga Rohingya. Warga korban pun hanya memandang sedih
EditorAmir Sodikin

SEOUL, KOMPAS.com -  Lebih dari 1.000 orang diyakini telah dibunuh dalam kekerasan di Myanmar, mayoritas adalah Muslim Rohingya. Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan laporan resmi pemerintah, demikian laporan dari perwakilan badan dunia PBB kepada AFP.

Laporan tersebut juga memberi saran kepada pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi untuk segera berbicara dan turut menghentikan kekerasan.

Disebutkan dalam laporan itu, dalam dua pekan terakhir, 270.000 orang dari Rohingnya telah mengungsi ke Bandlades. Lainnya tewas saat mencoba lari dari pertempuran di negara bagian Rakhine.

Saksi mata mengisahkan, desa-desa telah dibakar setelah militan Rohingnya melancarkan serangan terkoordinasi pada 25 Agustus lalu yang memicu serangan balik yang masif dari militer. 


Berdasarkan pengakuan dari para saksi mata dan pola kekerasan sebelumnya, perwakilan PBB, Yanghee Lee, mengatakan, "Jumlahnya kemungkinan sekitar 1.000 atau lebih yang sudah tewas."

Baca juga: Krisis Rohingya: Mengapa Aung San Suu Kyi Tidak Beraksi?

"Jumlah ini dari kedua belah pihak tapi mayoritas dari populasi Rohingya," kata Lee.

Rohingya telah lama mengalami diskriminasi di Myanmar. Mereka dianggap imigran ilegal dari Banglades dan pemerintah menolak mereka masuk menjadi warga negara, walaupun mereka telah lama secara turun temurun dari generasi ke generasi tinggal di Myanmar.

Pemerintah Banglades sendiri tengah berjuang untuk menahan laju pengungsi Rohingya dari Myanmar. Di kamp pengungsian dekat perbatasan, jumlahnya sudah mencapai sekitar 670.000 jiwa.

Laporan PBB menyebutkan, ada peningkatan jumlah signifikan pada pekan ini karena sekurangnya 300 perahu berisi pengungsi datang dari Myanmar ke Banglades. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X