Lambaian Sapu Tangan Putih Sambut Paus Fransiskus di Bogota

Kompas.com - 07/09/2017, 08:22 WIB
Paus Fransiskus di dalam Popemobile dalam perjalanan menuju Nunciature setelah tiba di Bogota pada tanggal 6 September 2017.
 AFP/PEDRO UGARTEPaus Fransiskus di dalam Popemobile dalam perjalanan menuju Nunciature setelah tiba di Bogota pada tanggal 6 September 2017.
EditorGlori K. Wadrianto

BOGOTA, KOMPAS.com - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus mendarat di Bogota, Kolombia, Rabu (6/9/2017).

Kedatangan Paus adalah untuk mendukung proses perdamaian abadi di negara yang dilanda pergolakan selama setengah abad terakhir itu.

Paus pun berdoa untuk stabilitas di negara tetangga Kolombia, Venezuela yang kini masih dilanda pergolakan.

Baca: Venezuela Tegaskan Takkan Menyerah kepada Kekuatan Imperialis AS

Paus berusia 80 tahun itu menuruni tangga pesawatnya di sebuah bandara militer di Bogota.

Dia disambut oleh Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, serta kerumunan umat yang melambaikan saputangan putih.

Anak-anak dengan pakaian putih berkerah merah menyuguhkan tarian khas Kolombia "cumbia", saat Paus muncul di tengah warga.

Diberitakan AFP, tak hanya warga sipil, banyak pula veteran tentara yang terluka dalam konflik tersebut yang menyambut kedatangan Paus.

Sambil tersenyum, Paus naik ke dalam sebuah mobil putih yang membawanya melalui pusat kota, di tengah sorakan yang memekakkan telinga dari warga setempat.

Paus menuju Nunciatura dan membacakan Salam Maria serta menyampaikan berkat untuk para pemuda yang berkumpul. Para pemuda tersebut menanggapi salam Paus dengan rap dan breakdance.

Di awal kedatangannya, Paus sempat menyampaikan pujian bagi rakyat Kolombia atas sikap kepahlawanan mereka.

"Teruskan ke jalan yang sudah cukup berani Anda mulai, yang disebut kepahlawanan," kata Paus kepada kaum muda di hadapannya.

"Jangan biarkan dirimu dipukuli, jangan biarkan dirimu dibodohi, jangan kehilangan sukacita Jangan putus asa," seru Paus.

Baca: Usai Ungkap Simpati untuk Muslim Rohingya, Paus Segera Datangi Myanmar



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X