Kompas.com - 06/09/2017, 18:56 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, pada Selasa (5/9/2017) mengatakan, hanya sanksi yang paling keras yang memungkinkan masalahnya diselesaikan lewat diplomasi.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, kemudian mendukung posisi itu dengan mengatakan, tambahan sanksi dibutuhkan secara mendesak untuk menghadapi “pelanggaran mencolok konvensi internasional”.

Dewan Keamanan PBB pada Agustus lalu secara bulat memutuskan untuk melarang ekspor Korut dan membatasi investasi negara itu.

Baca: Sejarah Pengembangan dan Uji Coba Senjata Nuklir Korea Utara

Haley tidak merinci sanksi tambahan yang mungkin diambil namun para diplomat mengatakan embargo minyak akan memiliki dampak yang melumpuhkan.

Bisa juga ditempuh larangan atas maskapai penerbangan Korut, pembatasan untuk warganya yang bekerja di luar negeri, pembekuan aset dan larangan bepergian bagi para pejabat negara itu.

Presiden Putin juga mengatakan, “histeria militer” akan tidak mengarah ke hal yang baik dan malah akan bisa mendorong bencana global. "Tidak ada jalur selain yang damai," tegasnya.

Gelar latihan lagi

Pernyataan itu tampaknya ditujukan untuk menanggapi Dubes Nikki Haley yang juga mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa pemimpin Korut, Kim Jong-un, adalah pihak yang “meminta perang”. "Perang tidak pernah menjadi sesuatu yang diinginkan AS."

Menyusul uji coba, yang menurut pemerintah Pyongyang merupakan bom hidrogen, Korea Selatan, pada Selasa (5/9), kembali melakukan latihan penembakan rudal ke laut yang merupakan latihan kedua setelah uji coba Korut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.