Kompas.com - 04/09/2017, 05:45 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Foto pertama memperlihatkan jasad yang sudah membusuk. Foto tersebut paling sulit untuk diketahui sumbernya.

Sejumlah warga Myanmar yang mempertanyakan kicauan Simsek tersebut menyebut bahwa foto itu memperlihatkan korban badai Topan Nargis dari Mei 2008.

Pihak yang lain mengatakan, foto tersebut adalah para korban kecelakaan perahu di sungai di Myanmar.

Namun, tak ada foto lain yang ditemukan yang terkait dengan dua peristiwa tersebut.

Foto itu pun muncul dalam beberapa situs sejak tahun lalu. Artinya, foto ini bukan berasal dari aksi kekerasan terbaru di negara bagian Rakhine.

BBC telah memastikan bahwa foto kedua, yang memperlihatkan seorang perempuan yang menangisi seorang pria yang tewas terikat di pohon, berasal dari Aceh, Indonesia.

Foto itu aiambil pada Juni 2003, oleh seorang fotografer yang bekerja di Reuters.

Foto ketiga, yang memperlihatkan dua bayi menangisi jasad ibunya, berasal dari Rwanda pada Juli 1994.

Foto tersebut diambil oleh Albert Facelly untuk Sipa, dan menjadi salah satu dari serangkaian foto yang memenangkan World Press Award.

Foto keempat, yang memperlihatkan orang-orang terendam di kanal, juga sulit untuk dilacak sumbernya.

Namun foto tersebut ditemukan di sebuah situs yang meminta dana untuk membantu korban banjir di Nepal, yang baru-baru ini terjadi.

Foto palsu?

Kini ada perang di media sosial tentang warga etnis Rohingya, karena kisah dari masing-masing pihak bersaing untuk saling mengalahkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.