Kompas.com - 03/09/2017, 14:30 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengumumkan keberhasilan menggelar uji coba bom hidrogen, Minggu (3/9/2017).

Stasiun televisi resmi Korut mengabarkan bahwa negara yang dipimpin Kim Jong Un itu telah berhasil membuat bom H (hidrogen) yang dapat dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua.

Televisi Korut juga menampilkan gambar-gambar yang memperlihatkan bagaimana Kim Jong Un sendiri yang memerintahkan uji coba senjata nuklir ini.

Kim terlihat menandatangani langsung perintah tes senjata nuklir yang semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Asia Timur.

(Baca Jepang Pastikan Guncangan Kuat di Korut akibat Uji Coba Nuklir)

Uji coba yang digelar ini menunjukkan bagaimana hanya dalam waktu satu dekade Korut telah mampu meningkatkan kekuatan ledakan nuklir mereka.

Pada 2006, negara tersebut mengujicobakan bom nuklir yang menghasilkan guncangan bermagnitudo 4,3.

Pagi ini, United States Geological Survey mencatat getaran seismik bermagnitudo 6.3 pada kedalaman nol kilometer di lokasi berjarak 22 kilometer dari Sungjibaegam, Korut.

(Baca Guncangan Kuat di Korea Utara, Diduga Ledakan Uji Coba Nuklir)

Uji coba merupakan yang keenam. Sebelumnya pernah dilakukan pada 2009 dan 2013 serta dua kali pada tahun lalu, yakni pada Januari dan September 2016.

Bom H merupakan senjata nuklir terkuat yang pernah diciptakan. Uji coba kali ini menghasilkan daya ledak setara 100 kiloton TNT.

Angka lima kali lipat dari bom atom dashyat yang dijatuhkan di Nagasaki, Jepang, pada Perang Dunia II, yang berdaya ledak 20 kiloton TNT. Peristiwa itu menewaskan lebih dari 70.000 orang.

Vipin Narang, profesor ilmu politik di Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengatakan bahwa bom dengan daya ledak 100 kiloton TNT dapat menghancurkan satu kota dalam sekejap.

Uji coba senjata nuklir Korea Utara, diolah dari CNN.INFOGRAFIS: KOMPAS.com/LAKSONO HARI W Uji coba senjata nuklir Korea Utara, diolah dari CNN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP,BBC
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.