Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/09/2017, 12:50 WIB
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

TOKYO, KOMPAS.com - Otoritas Jepang mengumumkan bahwa guncangan kuat bermagnitudo 6,3 di wilayah Korea Utara, Minggu (3/9/2017) berasal dari uji coba senjata nuklir.

"Setelah memeriksa data, kita memastikan ini adalah uji coba senjata nuklir," ucap Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono.

(Baca Guncangan Kuat di Korea Utara, Diduga Ledakan Uji Coba Nuklir)

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengecam uji coba nuklir itu sebagai aksi yang tidak dapat diterima.

Seperti dikutip BBC, guncangan itu terjadi di Punggye-ri, lokasi di mana negeri yang dipimpin Kim Jong Un itu sebelumnya menggelar tes senjata nuklirnya.

Ini adalah uji coba keenam yang dilakukan Korut. Uji coba sebelumnya dilakukan pada 2006, 2009, 2013, serta Januari dan September 2016.

Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan telah mengirim tiga pesawat jet militer untuk mengecek dampak radiasi.

AFP Uji Coba Nuklir Korea Utara

Situs United States Geological Survey menyebutkan, pusat guncangan terjadi pada kedalaman nol kilometer di lokasi berjarak 22 kilometer dari Sungjibaegam, Korut.

Jana Pursely dari USGS mengatakan, "(Getaran ini) lebih seperti ledakan daripada gempa bumi." Situs USGS secara jelas mencatat peristiwa ini sebagai ledakan, bukan gempa bumi.

Dugaan akan adanya uji coba nuklir itu muncul setelah pemimpin Korut Kim Jong Un memantau pengembangan bom hidrogen atau bom H yang bisa dimasukkan dalam rudal balistik antarbenua, Minggu pagi.

(Baca Kim Jong Un Tinjau Pengembangan Bom Hidrogen)

Kim menyatakan bahwa mereka telah bisa membuat seluruh komponen dari dalam negeri untuk menghasilkan bom H.

Adapun pengamat pertahanan Bruce Bennett dari Rand Corporation mengatakan, masih belum pasti apakah Korut benar-benar dapat menghasilkan bom H.

Namun, dia menegaskan bahwa guncangan kali ini jauh lebih keras dari sebelumnya yang memberi sinyal bahwa Korut telah memiliki senjata nuklir yang "besar dan signifikan".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.