Generasi Milenial Vietnam yang Menantang Arus Zaman

Kompas.com - 30/08/2017, 15:02 WIB
Hau (kedua dari kiri) berasal dari Provinsi Dong Thap, dimana orangtuanya tinggal. 
Dok Karim Raslan Hau (kedua dari kiri) berasal dari Provinsi Dong Thap, dimana orangtuanya tinggal.

 

PERUSAHAAN-PERUSAHAAN multinasional dunia mulai tergiur melihat Vietnam yang mencatat pertumbuhan ekonomi 6,2 persen dengan 95 juta penduduknya. Mereka mengincar keuntungan dengan cara yang sama dilakukan negara-negara Asia Pasifik lainnya dalam mencapai kemakmuran.

Perusahaan multinasional biasanya berpikir bahwa yang perlu mereka lakukan adalah memproduksi sepeda motor dan mobil, serta menyediakan layanan keuangan dan kesehatan. Dengan semua itu, mereka akan mendapatkan banyak keuntungan dalam beberapa dekade ke depan.

Akankah begitu?  Hau, karyawan quality control sebuah perusahaan berusia 23 tahun yang baru saja bekerja di Ho Chi Minh City punya mimpi yang mungkin saja bisa menghancurkan rencana-rencana para perusahaan multinasional dunia yang sudah disusun dengan matang itu.

Hau punya obsesi selalu ingin bepergian ke suatu tempat. Berwajah tampan dan segar, Hau mengaku tidak menabung.

Dia juga belum berpikir untuk menikah atau membeli rumah. “Saya bahkan tidak belanja baju, memakai Adidas atau Nike, sebab itu terlalu mahal. Jangan kan pergi clubbing, saya bahkan lebih banyak minum kopi ketimbang bir,” tuturnya.

Sebaliknya, hasratnya untuk bisa bepergian begitu kuat. “Saya berhemat supaya bisa jalan-jalan. Kalau pekerjaan saya sudah lebih stabil, saya mau mengambil cuti satu tahun untuk menjelajahi dunia ke Paris, London, Singapura, dan Amerika,” ujarnya lebih lanjut.

“Saya sudah menjelajahi hampir semua tempat di Vietnam. Saya sudah sampai ke Da Lat (sebuah bukit tempat kaum kolonial dulu beristirahat) dan Nha Trang (kawasan pantai) dengan motor. Saya bahkan sudah pernah melintasi perbatasan Kamboja,” katanya.

Saat ini, Hau memiliki gaji VND 9 juta atau sekitar Rp 5,28 juta setiap bulan. Jumlah itu hanya sedikit lebih kecil dibandingkan penghasilan orangtuanya sebesar VND 10 juta atau sekitar Rp 5,8 juta per bulan.

Ayah Ibu Hau tinggal di kampung halaman mereka di provinsi Dong Thap, sekitar tiga jam dengan bis dari Ho Chi Minh City.

“Orangtua saya memiliki lahan dua hektar yang ditanami lemon dan kelapa. Menanam lemon tidak terlalu banyak menghasilkan uang setelah dipotong untuk biaya pupuk dan pestisida,” Hao menjelaskan.

“Ayah saya supir truk, dua kali seminggu dia mengendarai truk delapan jam dari provinsi Can Tho ke Da Lat, yang jauh ke pedalaman,” dia melanjutkan kisahnya.

Mengingat betapa sulit hidup kedua orang tuanya, sangat mengagumkan melihat mereka berhasil membiayai kuliah Hau selama empat tahun hingga menjadi sarjana Manajemen Industri dari Ho Chi Minh City University of Technology.

Penduduk Kota Ho Chi Minh hampir 8.5 juta dimana sebagian besar orang mengendarai motor.Dok Karim Raslan Penduduk Kota Ho Chi Minh hampir 8.5 juta dimana sebagian besar orang mengendarai motor.
Selama kuliah, mereka mengirimkan VND 2 juta atau sekitar Rp 1,17 juta setiap bulan untuk Hau.

Mereka bahkan membelikan Hau sepeda motor meski Hau pun ikut mencicilnya dari hasil bekerja sebagai barista paruh waktu dan guru les privat. Tak heran kalau Hau rajin pulang untuk menengok kedua orangtuanya, sedikitnya sebulan sekali.

Saya bertanya apakah dia juga mengirimkan uang untuk mereka secara rutin? Dengan malu-malu dia menjawab, “Uang saya habis untuk travelling dan hangout dengan teman-teman," katanya.

Hau mengaku enggak punya cukup sisa untuk mengirimkan dana ke orangtua. "Tapi saya sudah berniat, kalau pekerjaan saya sudah lebih sukses, saya akan kirim mereka paling tidak VND 1 juta (sekitar Rp 580.000) per bulan,” katanya.  

Halaman:


EditorAmir Sodikin

Terkini Lainnya

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Internasional
Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional

Close Ads X