Kompas.com - 30/08/2017, 10:55 WIB
Dalam foto yang dirilis kantor berita KCNA pada Minggu (28/5/2017) ini terlihat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan peluncuran roket anti-serangan udara terbarunya. Pada Selasa (29/8/2017), ia juga menyaksikan penembakan rudal balistik yang terbang menuju Jepang. STR / KCNA VIA KNS / AFPDalam foto yang dirilis kantor berita KCNA pada Minggu (28/5/2017) ini terlihat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan peluncuran roket anti-serangan udara terbarunya. Pada Selasa (29/8/2017), ia juga menyaksikan penembakan rudal balistik yang terbang menuju Jepang.
EditorPascal S Bin Saju

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, mengatakan, pengujian misil yang melewati pulau Hokkaido, Jepang utara, Selasa (29/8/2017), merupakan langkah pertama untuk mencapai Guam.

Kim Jong Un  mengajurkan untuk menembakkan lebih banyak peluru kendali (rudal) lagi ke Samudera Pasifik setelah tembakan pertama yang melewati udara Jepang itu.

Harian The Independent, Rabu (30/8/2017), melaporkan,  Kim Jong Un menyebutkan,  uji coba rudal terbaru di atas Jepang merupakan "sebuah awal yang berarti untuk mengendalikan Guam" .

Pemumpin muda Korut itu juga mengatakan bahwa negaranya harus melakukan lebih banyak tes rudal ke Samudra Pasifik. Itulah sikap perlawanan negaranya terhadap setiap ancaman.

Pernyataan Kim Jong Un itu disampaikan pada saat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan sebuah pertemuan darurat untuk merespons ancaman nuklir dan rudal Korut.

Baca: Korut Tembakkan Rudal Lewati Hokkaido, Warga Jepang Utara Panik

Jepang dalam status siaga tinggi setelah Korut menembakkan rudal balistik melalui udara Hokkaido, Jepang utara, yang membuat Dewan Keamanan PBB langsung menggelar pertemuan darurat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rudal balistik Korut itu melesat ke Jepang pada saat militer AS dan Korea Selatan (Korsel) dan beberapa negara Pasifik sedang menggelar latihan militer gabungan tahunan di perairan Korsel.

Latihan gabungan AS dan Korsel itu secara berkala dikecam Pyongyang sebagai upaya atau persiapan untuk menginvansi Korut sehingga negara komunis itu terus melakukan penentangan.

Kim Jong Un dilaporkan ikut hadir untuk memantau proses uji coba rudal yang melesat di atas udara Jepang, seperti dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

KCNA  tersebut juga mengatakan, proyektil tersebut adalah rudal jarak menengah Hwasong-12, jenis yang sama dengan yang rencananya akan ditembakkan Korut ke pangkalan militer AS di Guam.

Baca: Rudal Korut Melintasi Jepang, Apa yang Bisa Dilakukan Dunia Luar?

Pernyataan para pemimpin Korut tersebut, yang disampaikan melalui KCNA, corong resmi pemerintah komunis itu, menunjukkan bahwa Korut tidak berniat menghentikan semua rencana untuk melakukan serangkaian uji rudalnya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, Korut telah menunjukkan “penghinaan terhadap tetangganya" dan bahwa "semua opsi ada di atas meja" untuk merespons aksi Korut itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X